spot_img
Selasa 22 Juni 2021
spot_img
spot_img

H-5 Lebaran, Pengunjung Pusat Perbelanjaan Kawasan Kepatihan Kota Bandung Membeludak

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Warga padati pusat perbelanjaan di kawasan Jalan Kepatihan, Kota Bandung pada H-5 Idul fitri 1442 Hijriang, Sabtu (8/5/2021).

Pantauan wartawan, terlihat pusat perbelanjaan di kawasan tersebut yaitu Yogya Depstore, Kings Shopping Center dan Plaza Parahyangan dipadati pengunjung, bahkan dari mulan jalan Otto Iskandar hingga jalan Kepatihan dipadati kendaraan roda dua dan roda empat, bahkan arus lalintas di jalan tersebut macet.   

Kanit I Satpol PP Kota Bandung, Pardiman Hendri mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung di kawasan pusat perbelanjaan Kepatihan sudah terasa sejak sepekan setelah memasuki bulan suci Ramadhan dan jumlahnya terus meningkat seiring semakin dekatnya Lebaran 2021.

“Hari ini puncaknya sampai menjelang Lebaran nanti. Bahkan, keramaian diprediksi bakal terjadi hingga sepakan setelah Lebaran,” kata Hendri.

Pandemi Covid-19 seakan tidak menjadi alas an warga untuk tetap melakukan mobilitas menjelan labar, maka Satauan Polisi Pamong Praja Kota Bandung  terus mengimbau seluruh pengunjung dan pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan, mulai memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Namun begitu, dia mengakui, jumlah pengunjung yang membludak membuat mereka sulit untuk menjaga jarak.

“Ya, saat ini memang ramai. Tapi, seperti yang dilihat, umumnya mereka pakai masker,” Kanit I Satpol PP Kota Bandung  Pardiman Hendri.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Minta Petugas Cek Poin Tetap Mengedepankan Humanis Saat Bertugas

Menurut Hendri, pihaknya menurunkan tiga unit personel Satpol PP dimana setiap unitnya masing-masing berisi 33 personel untuk menjaga tiga titik utama incaran pengunjung di kawasan pusat berbelanjaan Kepatihan. Selain mengingatkan pengunjung dan pedagang untuk menetapkan prokes, para personel yang bertugas juga melakukan penertiban, seperti parkir liar agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

“Kurang lebih personel yang bertugas totalnya 100 orang yang dibantu sejumlah personel TNI dan Polri dari Satgas Covid-19,” katanya.

Disinggung soal sanksi bagi pengunjung maupun pedagang yang melanggar prokes khususnya, Hendri menyebutkan, pihaknya baru sebatas memberikan teguran. Namun, kata Hendri, jika mereka membandel,  pihaknya terpaksa memberikan sanksi bela negara, seperti meminta pelanggar untuk memghapal Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Jika tetap membandel juga, terpaksa kita berikan hukuman fisik, seperti push up,” katanya.

(Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

spot_img