spot_img
Minggu 9 Mei 2021
spot_img
spot_img

Lewat Buruan SAE Kota Bandung Wujudkan Ketahanan Pangan

BANDUNG,FOKUSJabar.co.id: Wali Kota Bandung Oded M Danial megatakan, membangun ketahanan pangan berbasis keluarga, menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat Kota Bandung sejak hadirnya program Buruan Sehat Alami dan Ekonomis (SAE).

Menurutnya, saat ini sudah ada 190 kelompok tani (poktan) yang tersebar di 151 kelurahan di Kota Bandung. Padahal dengan penduduk 2,5 juta sehingga tidak memiliki lahan pertanian, namun hal itu bukan menjadi persoalan.

Dengan lahan yang sempit, poktan Kota Bandung terus berinovasi dan membudidaya tanaman dan ikan. Ada yang menanam dipekarangan rumahnya, dan ada juga yang memanfaatkan lahan sempit dikewilayahannya.

Bahkan tak hanya sayuran, dan buah-buahan, tetapi ada juga poktan yang membudidaya ikan lele. Sehingga mereka mampu menghadirkan ketahanan pangan tak hanya dikeluarga, tapi juga untuk dilingkungannya.

BACA JUGA: Dukung Bandung Duathlon 2021, Yana: Semoga Jadi Even Rutin

Atas dasar itulah, poktan yang berada dibawah binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mendeklarasikan Satu Hati (saling bantu hasil tani). Harapannya, bisa membantu masyarakat yang kekurangan.

FOKUSJabar.id Kota Bandung
Wali Kota Bandung Oded M Danial Saat Memimpin Deklarasi Satu Hati (saling bantu hasil tani) di Balai Kota Bandung Jalan Wastukencama Jabar Jumat (9/4/2021)
(Foto: Yusuf Mugni).

Oded begitu bangga karena program unggulan miliknya ternyata mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Karena meski di situasi sulit dalam menghadapi pandemi Covid-19, ternyata tak menyurutkan semangat warga Bandung untuk terus berbagi terhadap sesama.

“Alhamdulillah, saya bangga. Di tengah situasi sulit masih ada inovasi dan kreasi yang bisa kita lakukan. Terutama dalam menghadirkan ketahanan pangan di Kota Bandung,” kata Oded saat menghadiri deklarasi Satu Hati di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung Jabar Jumat (9/4/2021).

Oded berharap, tak hanya 190 poktan. Namun kelak akan ada ratusan bahkan ribuan poktan lainnya yang hadir di Kota Bandung. Sehingga warga Kota Bandung bisa mandiri pangan.  Terlebih saat ini akan memasuki bulan Ramadan. Saat biasanya kebutuhan pokok melambung cukup tinggi.

“Saya berharap tidak ada sejengkal tanah di Kota Bandung yang terbengkalai. Kalau setiap rumah punya OTG (organic tower garden), saya yakin bisa mandiri pangan. Buruan SAE ini menjadi solusi. Banyak warga yang melapor ke Mang Oded. Mereka telah menanam cabe di rumah masing-masing. Mereka mengaku tidak terlalu bermasalah dengan harga cengek yang saat ini mahal,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, sebelum deklarasi Satu Hati, gerakan berbagi hasil tanaman telah dilakukan oleh poktan Kota Bandung. Mereka sering kali berbagi bibit dan benih kepada warga sekitar.

“Gerakan Satu Hati selalu ada di setiap poktan dan menjadi landasan mereka untuk mengembangkan. Jadi, mereka bisa menyebarkan ilmu juga ke warga,” kata Gin Gin.

Menurutnya, dari hasil panen,  setelah mencukupi kebutuhan pangan keluarga, mereka diharapkan mampu memenuhi pangan di lingkungannya.

“Tapi kalau ada kelompok yang menjual itu kelebihan dari setelah lingkungannya terpenuhi,” kata dia.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

spot_img