spot_img
Minggu 18 April 2021
spot_img
spot_img

Pertumbuhan Ekonomi Menurun Pemkot Bandung Siapkan Strategi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siapkan serangkaian strategi pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak Maret 2020 lalu.

Satgas Pemulihan Ekonomi telah merancang strategi tersebut, mulai dari perbaikan daya beli masyarakat hingga optimalisasi fasilitas pelaku usaha.

“Melalui Satgas Pemulihan Ekonomi sudah menginventarisasi baik pemetaan dampak Covid-19 juga merancang strategi untuk kembali mendongkrak perekonomian di Kota Bandung. Sementara dampak dari pandemi Covid-19  berpengaruh terhadap beberapa indikator,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna di Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana Jabar Jumat (5/3/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun Ema, laju pertumbuhan ekonomi pada 2020 menurun drastis hingga -2,28 persen dibandingkan 2019 yang berada di angka 6,79 persen. Tak hanya itu, pendapatan asli daerah (PAD) juga tidak memenuhi target.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Minus 2,28 Persen Karena Covid-19

“PAD Target 2020 Rp 3,3 T Realisasi 2020 Rp 2,3 T,” kata Ema.

Menurutnya, strategi yang disiapkan meliputi perbaikan daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan sektor usaha  tetap berproduksi dengan stimulus Pemkot, OJK dan Pemerintah Pusat.

Kemudian memberikan pelatihan kewirausahaan bagi karyawan yang terkena PHK untuk menjadi entrepreneur. Serta elaksanakan subsidi sembako dan bazzar murah.

“Selanjutnya kita rancang program penyediaan bahan kebutuhan pangan masyarakat,” katanya.

Setelah itu, strategi lainnya yakni pemulihan produksi dan perdagangan dengan penyediaan subsidi bahan baku untuk sentra industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan yang akan kita usulkan kepada Kementerian Perdagangan.

Kemudian peningkatan investasi daerah yang akan didorong dengan fasilitasi kerja sama investasi dan perizinan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Daerah lain serta dengan Investor dan Lembaga Keuangan. Iklim penanaman modal akan terus kita optimalkan ditopang dengan pengelolaan data dan sistem informasi Penanaman Modal.

Berikutnya berkenaan dengan perluasan kesempatan tenaga kerja ini yang terlebih dahulu akan dilakukan pemetaan UMKM yang berpotensi untuk merekrut karyawan.

“Kita juga akan dukung melalui penciptaan wirausaha Baru dan P2WKSS. Lalu pemberdayaan masyarakat ini juga akan tingkatkan melalui fasilitasi kerjasama antar kelompok masyarakat dengan pengusaha untuk program ketahanan pangan. Langkah ini juga harus diperkuat oleh pelatihan dan pendampingan akademisi (Program Pengabdian kepada Masyarakat),” kata dia.

Lebih lanjut Ema mengatakan, selain menyasar individu, strategi pemulihan ekonomi juga dilakukan dengan penguatan kelembagaan dengan memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada para pelaku usaha. Program Penataan Kawasan sekitar pasar dan pemasukan UKM PKL ke dalam pasar akan diupayakan.

“Terakhir yakni optimalisasi komunikasi dengan memfasilitasi kemitraan pelaku usaha dengan toko modern dan pusat perbelanjaan. Business Matching dan Investor Gathering ini harus kita ciptakan untuk membuka beragam peluang ekonomi,” katanya.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

spot_img