spot_img
Senin 19 April 2021
spot_img
spot_img

Vaksinasi Perdana Tahap II bagi Lansia di Bandung Berjalan Lancar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Rumah Sakit (RS) Al Islam Kota Bandung menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk pelaksanaan vaksinasi tahap dua di Kota Bandung.

Direktur RS Al Islam Kota Bandung dr. Muhammad Iqbal menyatakan, proses vaksinasi tahap dua berjalan lancar. Tidak ditemukan adanya keluhan yang dialami peserta pasca disuntik vaksin Covid-19.

“Alhamdulillah, tidak ada kendala sejauh ini. Kita tidak menemukan adanya efek samping atau keluhan pasca imunisasi,” kata Iqbal di RS Al Islam Kota Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, Jabar Jumat (26/2/2021).

Iqbal mengungkapkan, pada vaksinasi perdana tahap II, pihaknya menerima 36 peserta vaksinasi yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Dirinya pun secara langsung melakukan pengecekan terhadap peserta vaksin untuk memastikan tidak adanya keluhan yang dialami pasca penyuntikkan.

“Saya tanya satu per satu, tidak ada keluhan dari para lansia yang sudah divaksin,” Iqbal menambahkan.

BACA JUGA: Vaksin Tahap dua, 36 Lansia di Bandung Jalani Vaksinasi Covid-19

Iqbal menjelaskan, untuk proses vaksinasi bagi lansia berbeda dibandingkan dengan orang biasa. Pasalnya, diperlukan pengecekan yang lebih spesifik untuk memastikan kesiapan peserta vaksin.

FOKUSJabar.id Kota Bandung
 Vaksinasi Kota Bandung tahap dua di Rumah Sakit Al-Islam. (FOTO: Yusuf Mugni )

“Jadi lansia ini ada ke-khususan disamping screening yang umum dilakukan. Jadi ada screening tentang kerapuhan, jadi apakah lansia ini dalam kondisi sehat bisa melakukan aktivitas dan lainnya, lalu jarak dosis satu dan dua juga berjarak 28 hari jadi berbeda kalau yang umum itu 14 hari,” Igbal menjelaskan. 

Lebih lanjut Iqbal mengatakan, pihaknya menyediakan kuota vaksinasi sebanyak 60 orang dalam setiap harinya. Jumlah tersebut akan dibagi menjadi tiga gelombang agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Dalam setiap hari, kami mencadangkan 60 orang yang divaksin. Kita buat tiga gelombang biar tidak terjadi kerumunan yakni pagi, siang, dan menjelang sore. Datangnya itu tergantung dari Dinkes, misalnya 30 atau 40 kita terima,” kata dia.

Meski begitu, pihaknya mengingatkan para lansia yang akan melaksanakan vaksin sebaiknya memastikan kondisi tubuhnya dalam keadaan baik. Pasalnya, petugas akan melakukan screening secara ketat untuk memastikan kondisi lansia siap dan tak ada masalah pasca divaksin.‎

“Sebaiknya memang dalam kondisi terkontrol, ada yang diabet boleh divaksin tapi dalam keadaan terkontrol. Ada hal yang spesifik pada lansia, karena banyak komorbiditas yang terjadi, salah satunyah hipertensi, diabetes, jantung. Itu harus kita pastikan betul itu tidak terjadi, jadi proses screeningnya agak lebih panjang untuk memastikan tidak jadi masalah,” Iqbal menuturkan.

Sementra salah satu penerima vaksin Covid-19 tahap dua Arlen (75) mengaku sangat bersyukur dirinya menerima jatah vaksin. Pasalnya, dari informasi yang didapat, untuk kategori lansia belum dijadwalkan mendapat vaksin pada tahun ini.‎

“Saya bersyukur dengan usia 75 tahun masih mendapat vaksin ini. Saya menyangkanya lansia itu tidak akan mendapat vaksin atau masih lama, ternyata ada berita baik dan lansia dipercepat,” kata Arlen.

Arlen mengaku, dirinya tak mengalami keluhan atau efek samping apa pun pasca penyuntikan vaksin Covid-19.

“Sampai saat ini masih biasa-biasa saja, belum ada keluhan sama sekali. Seperti disuntik biasa,” Arlen menambahkan.

Pihaknya berharap, pemerintah dapat mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian, penangulangan Covid-19 bisa secepatnya diatasi.

“Ini salah satu program pemerintah yang baik untuk masyarakat, jadi secepatnya semua disuntik dan masyarakatnya juga harus mau supaya saling membantu kan masih ada yang takut dengan vaksin ini,” kata Arlen.

(Yusuf Mugni/Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img