Kamis 21 Januari 2021

Ceritakan Divaksin, Emil Yakinkan Keraguan Masyakarat Terhadap Vaksin Sinovac

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) kembali menyakikan masyarakat terkait efektivitas vaksin Covid-19, dengan menceritkan setelah dirinya disuntik vaksin Sinovac.

Emil mengaku, pada saat dulu disuntik vaksin tidak mengalami efek samping yang berarti, bahkan kata dia tidak ada perubahan fisuk yang signifikan,

“Jadi, dulu katanya ada kekhawatiran ada bengkak, tidak. kekhawatiran demam tidak, kekhawatiran badan berubah juga tidak karena kita melaporkan, apalagi berubah menjadi warna hijau atau Spiderman gak ada,” kata dia dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dari Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (11/1/2021).

Diketahui Emil menjalani dua kali penyuntikan dan uji klnisi vaksin beberapa waktu lalu. Penyuntikan kedua pun sudah dilakukan di tempat yang sama pada Senin (14/9/2020) lalu.

“Saya mewakili mungkin yah, bertestimoni, kami ini sudah dua kali disuntik dan bulan depan akan dilaporkan Bio Farma ke BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) hasilnya. Bocorannya sementara hasilnya baik, kira-kira begitu. Tapi, definisi klinisnya bukan kewenangan saya,” katanya.

Dia menjelaskan, pada saat disuntik pada umurnya 49 hanya merasakan linu pegel salama satu jam pasca disuntik.

BACA JUGA: Emil Arahkan Dana DIPA untuk Penanganan Covid-19

“Jadi itu saya jujur apa adanya karena jarumnya tidak kecil. Kalau jarum untuk pengambilan darah agak kecil, kalau vaksin agak besar sedikit,” kata Emil.

Selain linu dan pegal, efek ringan lain yang dirasakannya, yakni kerap mengantuk menjelang magrib selama tiga hari setelah divaksin.

“Biasanya tidak pernah, jadi hanya itu saja,” kata dia.

Emil meyakinkan, hingga saat ini, dirinya masih merasa sehat dan bugar di tengah mobilitasnya yang tinggi. Buktinya, kata Kang Emil, dirinya tak pernah absen dalam setiap agenda rapat-rapat pemerintahan, termasuk penanganan Covid-19 di Jabar.

Meski begitu, agar kesehatannya terjaga dan terhindar dari Covid-19, dirinya selalu rutin berolahraga, mengonsumsi suplemen dan vitamin. Hal itu dilakukan sekadar untuk mengatakan kondisi tubuh dan kesehatannya.

Berdasarkan hasil survei, baru sekitar 75 persen warga Jabar yang memahami vaksinasi Covid-19. Dia berharap, seluruh warga Jabar yakin terhadap vaksin Sinovac sebagai solusi satu-satunya saat ini untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

“Jadi kalau orang yang khawatir kumaha (bagaimana) eta divaksin? tinggali weh (lihat saja) Gubernur Jawa Barat dan Forkopimdanya, itulah sosok yang sudah divaksin. Tidak ada terlihat lesu, tidak ada terlihat leuleus (lemas), lemah, semua terlihat sehat bugar walafiat,” kata dia.

“Sehingga ya itu lah cerminan. Dengan begitu kan kita yakin bisa beraktivitas. Punya keyakinan di tubuh kita ada antibodi melawan Covid-19. Nah, ini saya minta diviralkan supaya menyemangati orang orang yang belum yakin,” katanya melanjutkan.

Dalam kesempatan itu, Kang Emil pun mengaku bersyukur menyusul keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan vaksin Sinovac halal dan suci.

“Minggu ini dimulai vaksinasi nakes naga kesehatan) dan kepala daerah. Nanti di level provinsi, wakil gubernur akan saya dampingi, Pak Kapolda, selanjutnya bupati dan Forkompinda. Hal ini semata-mata menyertai, menambah keyakinan melaksanakan solusi satu satunya sementara ini untuk menurunkan kasus,” kata Emil.

Emil menambahkan, pihaknya akan berupaya melipatgandakan tempat vaksinasi di Jabar, termasuk tenaga penyuntik vaksin (vaksinasi). Bahkan, Emil menyatakan, pihaknya akan berupaya menggandakan jumlah vaksinator hingga empat kali lipat dari jumlah 11.000 vaksinator yang siap saat ini, agar vaksinasi Covid-19 bisa rampung kurang dari satu tahun.

“Kalau vaksin bisa selesai, diprediksi perekonomian 4 persen tumbuh positif, tahun depan 6 persen. Kita menargetkan enam bulan (vaksinasi Covid-19) selesai, menyiagakan fasilitas kesehatan dan relawan vaksinasi,”  kata dia.

(Anthika Asmara)

 

Artikel Lainnya

Ceritakan Divaksin, Emil Yakinkan Keraguan Masyakarat Terhadap Vaksin Sinovac 1
Ceritakan Divaksin, Emil Yakinkan Keraguan Masyakarat Terhadap Vaksin Sinovac 2