Minggu 29 November 2020

September 2020, Kasus DBD di Kota Bandung 2.557 Kasus

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) mencatat hingga  September 2020, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 2.557 kasus. Jumlah tersebut diprediksi akan mengalami peningkatan hingga akhir tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Rosdiani mengatakan, jumlah tersebut dinilai masih rendah jika dibandingkan jumlah kasus di tahun lalu. Meski begitu, jumlah kasus tersebut terbilang cukup tinggi.

“Kalau tahun lalu itu kan memang luar biasa jumlahnya. Tapi dengan 2.557 itu sudah cukup tinggi,” kata Rosye di Kota Bandung, Rabu (18/11/2020).

BACA JUGA: 100 Ribu Murid SD di Kota Bandung Diimunisasi Campak Rubella

Menurutnya, dari 2.557 kasus, terdapat 12 orang yang meninggal dunia. Angka kasus tersebut akan terus meningkat.

“Itu kan data sampai September, nanti sampai akhir tahun pasti bertambah jumlahnya,” katanya. 

Meski begitu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menekan angka kasus DBD di Kota Bandung.

“Kita sosialisasi terus, sampe bosan kali ya. Yang terutama itu tetap, mereka (masyarakat) melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M, lalu Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik,” ungkapnya.

Pihaknya merasa prihatin dengan adanya kasus kematian akibat DBD. Sebab, dengan status Kota Metropolitan seharusnya hal itu tidak terjadi mengingat tersedianya fasiltas yang memadai.

“Padahal di Kota Bandung ya, fasilitasnya banyak kenapa sampai meninggal. Jadi kita upayakan untuk mereka sedini mungkin untuk mengenal DBD,” jelasnya.

Rosye menambahkan, masyarakat dapat menggunakan fasilitas deteksi DBD yang tersedia disetiap pukesmas. Sehingga, kata dia, dengan fasilitas tersebut, penanganan bisa dapat dilakukan dengan lebih dini.

“Di Puskesmas itu sudah ada pemeriksaan NS1. NS1 itu kaya rapidnya DBD. Jadi yang ada gejala seperti Demam, tidak harus nunggu hari ke 3, cek darah, trombositnya turun dan lain-lain. Jadi dengan NS1 kita bisa tahu lebih cepat,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni/Bambang)

Artikel Lainnya

Abaikan Prokes, Puluhan Warga Panumbangan Ciamis Kena Tegur

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sebanyak 20 warga Panumbangan Ciamis kedapatan melanggar protokol...

Kemenpora Sosialisasi Youth Fun Juggling Competition 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id:  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia bekerja sama dengan PSSI menggelar kegiatan Sosialisasi Youth Fun Juggling Competition 2020. Kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh...

Di LaLiga, Diego Maradona Tinggalkan Warisan

SPANYOL,FOKUSJabar.id: Diego Maradona sang legenda Sepakbola dunia tutup usia, Rabu (25/11/2020), para pecinta si kulit bundar di Spanyol berduka. Bagaimana tidak, Dia meninggalkan warisan...

Pemkot Resmikan Kampung Wisata Kreatif Cigadung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Daftar destinasi wisata di Kota Bandung kembali bertambah, Yakni, Kampung Wisata Cigadung di Kecamatan Cibeunying Kaler. Tak hanya menawarkan kesejukan, kampung wisata ini...

Pemkab Ciamis Siapkan Langkah Tangani Pandemi Covid-19

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 (Pikovid) Ciamis, kasus terkonfirmasi pada Jumat (27/11/2020) mencapai...

OTT Wali Kota Cimahi, KPK Tetapkan 2 Tersangka

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar), Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris RSU KB Hutama Yonathan sebagai tersangka...

Gegara Covid-19, 650 Istri di Ciamis jadi Janda

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pandemi Covid-19 membuat sulit ekonomi. Tak heran, jika kehidupan rumah tangga retak/bercerai. Informasi yang terhimpun fokusjabar, dalam sebulan terakhir ini sedikitnya 650 istri menggugat...