Senin 30 November 2020

Soal RUU Minol, DPD Minta Minuman Beralkohol Dilarang Total

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris merespon soal Rancangan Undang-undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol). Dia meminta minuman beralkohol dilarang total agar tidak bisa dibeli secara sembarangan.

“Jika saya ditanya, saya maunya dilarang total saja,” kata Fahira, Senin (16/11/2020).

Fahira mengatakan, Indonesia membutuhkan sebuah regulasi yang tegas karena saat ini minol tidak memiliki aturan penjualan. Menurutnya, setiap orang yang memiliki uang bisa membeli minol secara sembarangan, termasuk remaja.

“Minol bisa dibeli di mana saja bahkan dijual 24 jam tanpa ada aturan waktu serta diminum di mana saja,” kata Fahira, seperti dilansir CNN.

BACA JUGA: Soal RUU Minol, Pengusaha Bir Geleng Kepala

Fahira menuturkan, RUU Minol yang tengah dibahas saat ini lebih mengatur soal produksi, distribusi, dan konsumsi.

Bahkan, Fahira mempertanyakan tanggung jawab sosial pihak-pihak yang menolak RUU itu.

“Mana tanggung jawab sosial Anda terhadap fakta bahwa mudahnya minol dibeli dan dikonsumsi siapa saja? Negara yang paling liberal sekali pun ada aturan khusus soal minol kok. Masa kita enggak punya,” kata dia.

Sebelumnya, penolakan terhadap RUU Minol dilayangkan oleh sejumlah fraksi di DPR. Salah satunya, Demokrat.

Anggota Baleg DPR dari Fraksi Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut RUU Minol overkriminalisasi.

Menurutnya, rancangan regulasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sistem peradilan pidana dengan pendekatan cost and benefit dari suatu peraturan yang akan dibentuk tidak pernah diposisikan secara tepat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan RUU tersebut berpotensi memunculkan peracik alkohol ilegal atau pengoplos minuman keras.

Menurutnya, RUU yang diusulkan PPP, PKS, dan Partai Gerindra belum diperlukan dan harus dipertimbangkan kembali.

(Agung)

 

 

Artikel Lainnya

Di Masa Pandemi, Warga Ciamis Diberikan Keringanan Pajak

CIAMIS, FOKUSJabar. Id: Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten...

Klaim Pembayaran Covid-19 Manulife Capai Rp54,5 M

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Manulife Indonesia terus berkomitmen memberikan layanan penyedia solusi keuangan dengan membantu para nasabah menjalani hari semakin hari semakin baik. Salah satunya terlihat dalam...

25 November 2020, Pak Tino Sidin Nongkrong di Google Doodle

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tino Sidin, Google doodle hari ini tepat dengan hari Guru Nasional 2020 secara khusus menampilkan foto doodle Tino Sidin, “Mengenang Tino Sidin”...

Duh, Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya Memprihatinkan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Jumlah penderita positif HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya terus meningkat. Kondisi memprihatinkan ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota (Pekmkot) Tasikmalaya menjelang Hari AIDS Dunia...

Harga Ayam di Pasar Melonjak, Peternak Tak Kebagian Untung

CIAMIS,FOKUSJabar. Id: Harga ayam broiler di Pasar Manis, Ciamis melonjak cukup tinggi hingga mencapai Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut sangat berbeda jauh dengan...

Gegara Covid-19, 650 Istri di Ciamis jadi Janda

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pandemi Covid-19 membuat sulit ekonomi. Tak heran, jika kehidupan rumah tangga retak/bercerai. Informasi yang terhimpun fokusjabar, dalam sebulan terakhir ini sedikitnya 650 istri menggugat...

Melalui Program Wiratama, OJK Cetak Wirausaha Baru

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebagai upaya pemulihan ekonomi ditengah keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19, kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus konsen melahirkan wirausaha baru. Salah satunya...