Sabtu 24 Oktober 2020

Miris, Satu Keluarga di Ciamis Tinggal di Kandang Ayam

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sungguh malang nasib yang dialami keluarga Amud Mahmud (37), warga Dusun Dayeuh Landeuh, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jabar. Dia bersama istri serta dua anaknya harus rela tidur berdampingan dengan kandang ayam.

Istri Amud, Lina Herlina mengatakan, keluarganya terpaksa tidur di kandang ayam karena rumahnya hancur akibat gempa beberapa tahun lalu. Namun hingga saat ini, rumah tersebut belum dibangun kembali karena terbentur biaya.

“Setelah rumah digoyang gempa dan tidak bisa ditempati, kami sempat mengontrak sebuah saung milik warga,” kata Lina, Selasa (13/10/2020).

fokusjabar.id keluarga kandang ayam
Rumah keluarga Amud Mahmud yang hancur digoyang gempa. (FOTO: Husen Maharaja)

BACA JUGA: 18 Guru SMPN 1 Panawangan Dites PCR

Setelah beberapa waktu ngontrak di saung milik warga, Lina mengaku jika keluarganya harus keluar dari kontrakan tersebut karena tidak sanggup membayar dengan pekerjaan suami sebagai buruh lepas.

“Selama mengontrak, kami mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil jerih payah kerja suami dan membangun kandang ayam. Kandang ayam ini memang milik kami, tapi ayamnya milik orang lain dan kami hanya buruh,” kata Lina.

Karena tidak memiliki rumah, lanjut dia, kandang ayam pun disekat sebagai tempat tinggal bagi dirinya, suami serta dua orang anaknya.

fokusjabar.id keluarga kandang ayam
Kandang ayam yang berada tepat dibelakang tempat tinggal keluarga Amud Mahmud. (FOTO: Husen Maharaja)

“Kalau dibilang tidak layak harus tinggal bersama ribuan ayam milik orang lain, ya harus gimana lagi. Memang begini adanya,” Lina menambahkan.

Meski keluarganya tinggal di kandang ayam, Lina mengaku jika sampai saat ini belum mendapat perhatian dari pihak pemerintah.

“Selama berumahtangga, kami hanya mendapat satu kali bantuan Rp600 ribu pada beberapa bulan lalu,” kata dia.

(Husen Maharaja/Ageng)

Artikel Lainnya

Harga Janda Bolong di Banjar Tembus Rp11 Juta

BANJAR,FOKUSJabar.id: Harga tanaman hias bernama janda bolong di Kota Banjar...

Penyuntikan Vaksin, Emil akan Siapkan Gedung Publik

DEPOK,FOKUSJabar.id: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) akan menyiapkan gedung-gedung publik sebagai tempat penyuntikan vaksin jika kapasitas Puskesmas dinilai kurang. Begitupun jika tenaga kesehatan (nakes)...

Soal Mesin Waktu, Ini 4 Teori untuk Menjelaskannya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Mesin waktu sampai saat ini selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan. Bahkan, banyak sekali film maupun novel yang melibatkan konsep mesin waktu. Saat ini,...

Di Kota Bandung Belum Ada Temuan Kasus Klaster Ekonomi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Jabar, Ema Sumarna mengatakan, kecermatan selama merelaksasi sektor ekonomi mampu diseimbangkan dengan faktor kesehatan. Indikasinya,...

Jelang Debat Terakhir Pilpres AS 2020, Episode Trump vs Obama Terulang

AMERIKASERIKAT,FOKUSJabar.id: Kampanye pemilihan presiden (Pilpres) di Amerika Serikat 2020 semakin memanas menjelang jadwal pemilihan yang direncanakan pada 3 November 2020 mendatang. Dan saat ini,...

NPCI Jabar Gelar Seminar Peningkatan Kualitas Tenaga Olah Raga Disabilitas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: National Paralympic Committe Of Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga olahraga disabilitas. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Seminar dan...

2 Bulan, Pasar Kreatif Bandung Raup Keuntungan Hingga Rp 1,56 Milyar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sejak digulirkanya Pasar Kreatif Bandung 3 September lalu. Sukses meraup omzet Rp 1,56 milyar. Jumlah tersebut bisa bertambah mengingat Pasar Kreatif baru akan...