Sabtu 26 September 2020

Kemendikbud: Penularan Covid-19 Meningkat, Pemda Wajib Tutup KBM Tatap Muka

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Evy Mulyani mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) menutup kembali sekolah jika risiko penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayahnya meningkat.

“Pemda wajib menutup kembali Satuan Pendidikan (Satpel) jika terjadi peningkatan penularan virus Corona. Implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka adalah tanggung jawab Pemda yang didukung oleh pemerintah pusat,” kata Evy Mulyani Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga: Pilkades Dibatalkan, Apdesi Ciamis Layangkan Surat Terbuka Untuk Presiden

Menurut dia, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta Kepala Satuan Pendidikan harus terus koordinasi dengan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam memantau risiko penularan virus Corona.

Pemerintah pusat mengizinkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka di daerah dalam zona hijau dan zona kuning jika ada persetujuan dari Pemda, kepala sekolah, komite sekolah, dan orang tua murid.

“Meski sekolah sudah melakukan pembelajaran seperti biasa. Syarat terakhir persetujuan dari orang tua peserta didik. Jika orang tua tidak setuju, maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud.

Pemerintah pusat mengizinkan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muda di sekolah secara bertahap dengan beberapa pembatasan. Termasuk di antaranya setiap kelas hanya diisi 30-50 persen dari kapasitas standar kelas.

Di tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, setiap kelas yang sesuai standar awal bisa diisi 28-36 peserta didik. Kini hanya bisa diisi 18 murid.

Sekolah Luar Biasa (SLB) yang semula setiap kelasnya diisi lima-delapan orang, kini hanya bisa diisi lima peserta didik per kelas dan setiap kelas dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang semula15 peserta didik kini hanya boleh diisi lima peserta didik.

Waktu belajarnya pun dikurangi dan sistem pergiliran Rombongan Belajar (Rombel) diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi setiap Satpel. 

Evy menambahkan, Datpel di daerah Terpencil, Tertinggal dan Terluar (3T) kebanyakan kesulitan menjalankan sistem pendidikan jarak jauh. Karenanya, pemerintah mengizinkan penerapan pembelajaran di sekolah dengan beberapa ketentuan.

“Saat ini, 88 persen dari keseluruhan daerah 3T berada di zona kuning dan hijau. Dengan adanya penyesuaian SKB empat menteri itu, maka Satpel yang siap dan ingin melaksanakan pembelajaran di sekolah memiliki opsi untuk melaksanakannya secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

(Bambang/ANT)

Artikel Lainnya

Lewat Program Mentoring Go Export, Disdagin Kota Bandung Kembali Kirim Produk ke New Zealand

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Kembali...

Ardi Idrus Bocorkan Pembenahan Lini Belakang Persib

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung Ardi Idrus mengatakan, timnya terus mematangkan persiapan mengarungi lanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang akan bergulir 1 Oktober 2020 hingga...

Diserang Covid-19 Dua Puskesmas di Banjar Ditutup

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dua BLUD Puskesmas di Kota Banjar ditutup sementara. Penutupan itu menyusul adanya tenaga kesehatan di Puskesmas tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua BLUD itu, yakni...

Ini Kondisi Henhen Jelang Kick Off Liga 1 2020

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemain belakang Persib Bandung, Henhen Herdiana mengatakan kondisinya mengalami peningkatan dari fisik hingga mental bertanding menjelang kick off lanjutan kompetisi Liga 1...

Sandiwara Kepala Toko Minimarket di Tasikmalaya Berakhir Penjara

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Satreskrim Polres Tasikmalaya mengamankan kepala toko minimarket di Kampung Cikembang, Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (22/9/2020). Sebelum diciduk, pelaku bernama RJ (30)...

Dekranasda-JNE Bersama Kembangkan UMKM Tangguh

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketangguhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sorotan karena mampu melewati masa pandemi Covid-19. Sektor usaha ini pun disebut turut membangkitkan perekonomian yang...

2 Tahun jadi Wali Kota, Oded Masih Punya PR

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Genap dua tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bersama Wakilnya, Yana Mulyana masih menyisihkan  pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya...