Rabu 23 September 2020

Besok, Pemerintah Sampaikan Sikap Resmi Terkait RUU HIP ke DPR

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD akan menyampaikan sikap resmi pemerintah yang meminta penundaan pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) kepada DPR, Kamis (16/7/2020).

“Besok akan menyampaikannya secara resmi, secara fisik, dalam bentuk surat menteri, yang akan menyampaikan ke situ, mewakili Presiden Republik Indonesia,” ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Sebelumnya, pemerintah baru mengumumkan keputusan mengenai penundaan pembahasan RUU HIP kepada publik dan disampaikan sebatas komunikasi secara politis ke DPR.

Mahfud menjelaskan, pemerintah meminta menunda pembahasan RUU HIP didasarkan pada dua alasan. Yakni pertama ingin fokus kepada penanganan Covid-19.

Kedua, materinya masih menjadi pertentangan dan perlu lebih banyak menyerap aspirasi sehingga DPR diminta untuk lebih banyak lagi mendengar aspirasi masyarakat.

Sejauh menyangkut substansi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan, pemerintah berposisi, Pancasila yang resmi dan dipakai hanya satu yaitu Pancasila yang ada di Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan.

BACA JUGA: Oknum Polisi Terkait Djoko Tjandra Dicopot, Nasdem Minta Penegak Hukum Bersinergi

“Terdiri dari lima sila yang merupakan satu kesatuan makna, dimaknai dalam satu tarikan napas, tidak bisa dipisah, tidak bisa dikurangi, tidak bisa diperas. Pokoknya itu Pancasila, bukan Tri atau Eka (sila). Itu posisi pemerintah,” terangnya.

Setelah menyampaikan sikap pemerintah secara resmi kepada DPR, lanjutnya, pemerintah mempersilakan DPR untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Nanti silakan DPR setelah itu, mau dibawa ke proses legislasi apa, apa ke prolegnas atau apa. Tapi pemerintah akan menyatakan sikap seperti itu,” tambah Mahfud.

RUU HIP adalah RUU yang diusulkan DPR dan ditetapkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas tahun 2020.

Latar belakang RUU HIP, karena saat ini belum ada UU, sebagai sebagai landasan hukum yang mengatur mengenai Haluan Ideologi Pancasila untuk menjadi pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, RUU HIP ternyata memicu penolakan dari banyak pihak. Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), PP Muhammadiyah, akademisi hingga para purnawirawan.

Sejumlah alasan yang dikemukakan, karena sejumlah istilah yang tidak lazim dalam RUU HIP. Misalnya pasal 6 RUU HIP yang menyebutkan ciri pokok Pancasila adalah Trisila yang terkristalisasi dalam Ekasila yang dapat menciptakan bias Pancasila. RUU tersebut juga dinilai tidak mendesak.

(ars/ant)

Artikel Lainnya

Kylian Mbappe Akan Pindah dari PSG?

PRANCIS,FOKUSJabar.id: Kylian Mbappe dikabarkan akan hengkang dari Paris Saint-Germain...

3 Hari Berturut-turut Saham Spanyol Raih Keuntungan

MADRID,FOKUSJabar.id: Saham-saham Spanyol kembali berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu (16/9/2020), mencatat keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut, dengan indeks acuan IBEX 35 di Bursa...

Dirut Bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi meraih penghargaan bergengsi dalam acara The 8th Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2020, Sabtu (19/9/2020). Yuddy Renaldi dinobatkan sebagai...

Dirut Bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan Most Popular Leader in Social Media 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dirut bank bjb, Yuddy Renaldi meraih penghargaan dari PR INDONESIA sebagai Most Popular Leader in Social Media 2020. Penghargaan bergengsi di ranah publikasi kehumasan...

Bupati Ciamis Tekankan Hidup Bersih Cegah Covid-19

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan bahwa kebersihan baik pribadi maupun lingkungan sangat penting guna mencegah penyebaran Covid-19. Demikian disampaikan Herdiat saat memeringati World Cleaneup...

DPRD Pangandaran Minta Bawaslu Perhatikan Medsos

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pelaksanaan Pilkada Pangandaran kampaye pasangan calon sudah dilakukan secara pribadi oleh para pendukung baik itu secara terbuka maupun secara tertutup dengan media sosial (Medsos).  Ketua...

Rudy Nyatakan Kabupaten Garut Darurat Covid-19

GARUT,FOKUSJabar.id: Penyebaran virus Corona (Covid-19) terus mengalami peningkatan di Kabupaten Garut dalam per hari. Tercatat, pada hari ini, di satu kampung sebanyak 21 orang...