Selasa 22 September 2020

Covid-19, Kemenag Terbitkan Panduan Pendidikan Keagamaan

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kementerian Agama (kemenag)menerbitkan panduan pembelajaran bagi pesantren dan pendidikan keagamaan jelang dimulainya tahun ajaran baru 2020-2021 ditengah Covid-19.

Panduan tersebut bagian dari surat keputusan bersama Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Dan Tahun Akademik Baru Di Masa Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Menag Fachrul Razi mengatakan, panduan ini meliputi pendidikan keagamaan tidak berasrama, serta pesantren dan pendidikan keagamaan berasrama.

“Untuk pendidikan keagamaan yang tidak berasrama, berlaku ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, baik pada jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi,” kata Fachrul, Jumat (19/6/2020).

BACA JUGA : BPBD Kota Banjar Bagikan Buku Panduan Protokol Kesehatan

Lanjutnya, pendidikan keagamaan tidak berasrama itu mencakup Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ), SD Teologi Kristen (SDTK), SMP Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK). Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) dan Perguruan Tinggi Katolik (PTK).

Pendidikan Keagamaan Hindu, Lembaga Sekolah Minggu Buddha, Lembaga Dhammaseka, Lembaga Pabajja, serta Sekolah Tinggi Agama Khonghucu dan Sekolah Minggu Konghucu di Klenteng.

Menag menjelaskan, Pendidikan Keagamaan Islam yang berasrama adalah pesantren. Di dalamnya ada sejumlah satuan pendidikan, yaitu Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Muadalah, Ma’had Aly, Pendidikan Kesetaraan pada Pesantren Salafiyah, Madrasah/Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Kajian Kitab Kuning (nonformal). 

Selain pesantren, ada juga MDT dan LPQ yang diselenggarakan secara berasrama. Hal sama berlaku juga di Kristen, ada SDTK, SMPTK, SMTK dan PTKK yang memberlakukan sistem asrama. 

Untuk Katolik, ada SMAK dan PTK Katolik yang berasrama. Sedang Buddha, menyelenggarakan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) secara berasrama.

(Asep/Agung)

Artikel Lainnya

Saham Inggris Rebound, FTSE Melonjak 1,32 Persen

LONDON,FOKUSJabar.id: Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa...

Spesifikasi Realme 7 dan 2 Kompetitornya

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Realme resmi merilis ponsel seri terbaru, Realme 7. Dibekali konfigurasi quad-camera dengan lensa utama 64MP dan teknologi NFC, Realme 7 memiliki dua kompetitor. Ini...

Covid-19, Muscab ke-VI PHRI Garut Diundur 1 Bulan

GARUT,FOKUSJabar.id: Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Garut, Jabar setiap hari terus meningkat. Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melakukan Pembatasan Sosial Berskala...

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Bupati Pangandaran “Deg-degan”

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pembelajaran tatap muka dimulai untuk sejumlah sekolah di Kabupaten Pangandaran, Jabar. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.  Guru kelas II SD...

Tekan Covid-19, 5 Ruas Jalan di Kota Bandung Ditutup Mulai Besok

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal menutup lima ruas jalan mulai Jumat (18/9/2020) besok. Penutupan akan dilakukan pada pukul 09.00...

Dendam Asmara Picu Penyiraman Air Keras

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dendam asmara menjadi pemicu pelaku AG menyiramkan air keras ke wajah korban Saepul Rohman. Korban adalah salah seorang jamaah pengajian Ustadz Abdul Somad (UAS)...

Janda Anak 1 Penjual Sabu-sabu di Mataram Ditangkap Polisi

MATARAM,FOKUSJabar.id: Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), AKP Elyas Ericson mengatakan, pihaknya menangkap janda berinisial MU (28) terduga penjual sabu-sabu, Selasa (15/9/2020)...