Selasa 22 September 2020

Pelatih Persib: Pemain Di Indonesia Sulit Berkembang

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengakui jika Indonesia memiliki banyak pemain potensial, hanya saja ada kendala yang membuat pemain tersebut sulit berkembang. 

Menurut pelatih Persib asal Belanda ini, salah satu kendala yang membuat pemain muda potensial di Indonesia sulit berkembang yakni fasilitas latihan yang kurang memadai, padahal hal tersebut menjadi salah satu modal. 

Sulitnya mengembangkan pemain potensial menurutnya, tak hanya dialami oleh Indonesia saja. Namun, beberapa negara di Asia Tenggara menurutnya memiliki masalah yang sama. 

“Indonesia sebenarnya memiliki banyak talenta pesepak bola berbakat. Tapi, kami punya masalah kurangnya fasilitas latihan yang bagus. Tapi itu bukan hanya masalah yang terjadi di Indonesia, tetapi di Asia Tenggara,” kata Robert Alberts, Selasa (16/6/2020). 

Mantan pelatih PSM Makassar ini menambahkan, perkembangan sepak bola terutama di Eropa sangat pesat. Pasalnya, mereka didukung dengan teknologi dan fasilitas yang memadai untuk mengembangkan potensi pemain.  

“Sementara di belahan dunia lain (negara-negara maju), mereka sudah menerapkan sepakbola modern, teknologi baru digunakan dan fasilitas baru juga dikembangkan, bisa dilihat sekarang fasilitas latihannya sangat bagus dan mayoritas negara Asia khususnya Asia Tenggara tertinggal dari mereka,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Pelatih Persib Optimistis Pemainnya Bisa Berlatih Maksimal

Selain itu, pemain muda di Indonesia memiliki pengalaman bertanding yang minim, lantaran sangat jarang ada kompetisi regulis di usia muda. Sedangkan, di Eropa sistem kompetisi usia muda sering digelar. 

“Contohnya ketika saya sedang melatih Malaysia U-16 di kejuaraan dunia, kami bermain melawan tim seperti PSV Eindhoven, Chelsea dan yang lain. Ketika saya membandingkan dengan tim saya, misal dengan Chelsea, mereka ada banyak pengalaman bermain di laga yang kompetitif,” ungkapnya. 

“Karena seperti yang saya katakan sebelumnya, ketika di Ajax, saya mulai bermain di level kompetitif sejak usia 12 tahun. Pemain ini setidaknya sudah bermain di 30-40 laga kompetitif sejak usia 12-14. Sedangkan untuk pemain di Indonesia dan Asia Tenggara, kami tidak punya sistem seperti itu,” jelasnya.

(Arif/As) 

Artikel Lainnya

Ingin Punya Wajah Glowing Bak Artis Korea, Coba 5 Makanan Ini!

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ingin memiliki wajah cantik dan glowing layaknya artis-artis...

Ruang Isolasi Covid-19 di Bandung Terisi Penuh

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menyebutkan ruang isolasi di Rumah Sakit Ibu Dan Anak (RSKIA) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)...

Pilkada Pangandaran, ASN Diingatkan Tetap Netral

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Menjelang Pilkada Pangandaran 2020, Pemkab Pangandaran mendeklarasikan gerakan netralitas ASN. Acara tersebut dirangkaikan dengan upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Pemkab...

PNS Ciamis Positif Corona, Pemkab Berlakukan WFH

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seorang PNS bagian Kesra di Kantor Setda Ciamis terkonfirmasi positif dan sudah dirawat di RSUD. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya tidak menampik adanya PNS yang...

Sukses Mengangkat Peringkat, Kafilah MTQ XXXVI Diawur Bupati Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sukses mengangkat peringkat di kejuaraan bergengsi tingkat Provinsi Jawa Barat, belum lama ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya "Ngawur" hadiah bagi para juara MTQ XXXVI...

Tak Pakai Masker, Masyarakat Kota Banjar Lebih Takut Kena Razia

BANJAR,FOKUSJabar.id: Kesadaran masyarakat Kota Banjar akan kewajiban memakai masker saat keluar rumah ditengah pandemi Covid-19, dinilai masih rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat...

Kayu Kuning Berkhasiat Sembuhkan Berbagai Penyakit

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kayu Kuning (Cuani) dipercaya banyak khasiatnya untuk membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Demikian dikatakan pedagang Kayu Kuning, Abun. Menurut dia, tumbuhan ini sulit didapat...