GARUT,FOKUSJabar.id: Desa tertinggal yang di tinggalkan. Mungkin sebutan itulah yang pantas di sematkan kepada Desa Dano, ketika tahun 2015 lalu, akses jalan utama menuju jantung kota Kecamatan Leles, Kabupaten Garut di biarkan rusak berat.
Bahkan, masyarakat setempat menyebutnya bahwa jalan sepanjang 5 km tersebut itu adalah “ sungai kering berbatu.”
BACA JUGA:
Sekolah Sungai Cimanuk Bakal Tanam 500 Pohon di Hari Bumi Sedunia
Padahal, daerah berjarak 12,3 km dari Ibukota Kecamatan Leles, termasuk wilayah dataran tinggi. Kawasan pegunungan dan perbukitan yang ada, sangat cocok jika di jadikan lokasi wisata alam.
Tak hanya itu, potensi ekonomi masyarakatnya pun, terutama di bidang pertanian terbilang bisa di andalkan.
Kini, setelah lolos verifikasi dan berhak mewakili Kabupaten Garut dalam penilaian program terpadu Provinsi Jawa Barat. Yakni, Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), Desa Dano secara perlahan tapi pasti bertransformasi menjadi daerah yang lebih maju.
Salah satunya melalui perbaikan infrastruktur. Tak terkecuali jalan utamanya dari Kampung Patrol hingga perbatasan Kabupaten Bandung.
Seiring dengan itu, geliat ekonomi masyarakatnya pun semakin nyata. Tak heran, jika Desa Dano nampak lebih percaya diri tampil sejajar dengan daerah maju lainnya.
Kepala Desa (Kades) Dano, Asep Saepuloh mengaku sempat merasa pesimis terkait keberhasilan P2WKSS. Bagaimana tidak, untuk memperbaiki jalan di butuhkan dana sekitar Rp8,7 milyar.
“ Kami tentu saja tidak akan mampu membangun jalan dengan dana sebesar itu. Karena anggaran Dana Desa (DD) dan dana lainnya yang di terima sudah jelas peruntukannya,“ kata Asep.
“ Alhamdulillah, berkah P2WKSS, jalan utama Desa Dano di bangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” sambung Asep.
Kondisi itu lanjut Asep, sudah tentu berdampak positif pada kehidupan ekonomi masyarakat. Di luar itu, berimbas pula terhadap pendidikan dan kesehatan.
“ Tim verifikasi P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat, Rabu (20/11/2019) lalu usai meninjau lokasi binaan RW08, Kampung Patrol,” tegas Asep.
Senada di sampaikan Sekretaris desa Dano, Agus. Menurut dia, desanya menempati ranking 9 dari 10 desa yang dinyatakan sebagai desa tertinggal di Kabupaten Garut.
“ Tentunya sebuah kebanggan ketika dinyatakan lolos dan tampil dalam ajang penilaian tingkat Provinsi Jawa Barat,” imbuh dia.
P2WKSS sambung Agus, telah merubah wajah Desa Dano secara umum. Terkhusus, jalan dan lingkungan Kampung Patrol menjadi lebih bersih dan tertata. Bahkan, kini sudah berdiri SMP.
“ Setelah berdiri SMP, kini masyarakat tak lagi menyekolahkan anak mereka ke wilayah Kabupaten Bandung,” terang Agus.
“ Kini, masyarakat dapat dengan mudah mengangkut hasil pertanian mereka. Biaya angkutnya pun lebih murah,” tutup dia.
(Andian/Bam’s)


