BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepengurusan Provinsi Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) Jawa Barat berharap, pengembangan dan pembinaan olahraga prestasi akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah Kepengurusan Cabang (Pengcab) KOTI di kota/kabupaten.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum KOTI Jabar, Nandang Saptari usai melantik 8 pengcab KOTI kota/kabupaten di gedung Youth Center SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung.
Nandang menuturkan, pada tahun 2019, pihaknya hanya menargetkan pembentukkan lima pengcab KOTI kota/kabupaten. Namun dalam perkembangannya, sebanyak 10 kota/kabupaten mengajukan dirri untuk membentuk kepengurusan KOTI di wilayahnya.
” Untuk saat ini, baru delapan pengcab KOTI kota/kabupaten yang bisa dilantik dari 10 kota/kabupaten yang mengjukan. Sisanya, kita jadwalkan bisa dilantik di bulan Oktober 2019,” ujar Nandang saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Kejuaraan Olahraga Tradisional ‘Piala Gubernur Jabar II/2019’ di lapangan baseball SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung.
Sebelumnya, lanjut Nandang, hanya tujuh pengcab KOTI kota/kabupaten yang rencananya dilantik yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, dan Kota Banjar. Satu kepengurusan yang menyusul dan dilakukan pelantikan pun yakni Kota Tasikmalaya.
” Dengan tambahan 8 pengcab KOTI kota/kabupaten ini, total di Jabar sudah ada 18 kota/kabupaten yang memiliki kepengurusan KOTI,” terangnya.
Dengan semakin banyaknya jumlah kepengurusan KOTI kota/kabupaten, lanjutnya, maka semakin banyak wadah bagi pengembangan olahraga tradisional ini. Dengan demikian, pihaknya optimis jika olahraga tradisional di Jabar pun akan lebih maju dan lebih baik kedepannya.
” Kita optimis jika hingga masa bakti kepengurusan kami selesai, sebanyak 27 kota/kabupaten di Jabar akan punya kepengurusan KOTI karena sebenarnya potensi atlet sudah ada tinggal wadahnya saja,” tegasnya.
(ageng/bam’s)


