BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bermodalkan tekad dan semangat daya juang tinggi, sebanyak 247 atlet mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat siap memberikan yang terbaik di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVI tahun 2019.
Gelaran multieven yang mempertandingkan 19 Cabang Olahraga (Cabor) tersebut akan digelar di Jakarta pada 19-26 September 2019.
Ketua Kontingen Pomnas XVI Jabar, Adang Suherman menuturkan, keberangkatan 247 atlet mahasiswa untuk membela panji Jabar di ajang Pomnas XVI/2020 tersebut minim dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
Perguruan tinggi asal atlet berkuliah, harus merogoh kocek sendiri agar si atlet bisa berlaga di Pomnas XVI/2020.
” Kondisi ini sangat berbeda jauh dengan kontingen tuan rumah yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Apalagi mereka pun diungtungkan sebagai tuan rumah,” ujar Adang saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (17/9/2019).
Meski demikian, Adang mengaku jika tekad dan semangat tinggi yang dimiliki para atlet menjadi modal dasar untuk meraih prestasi di ajang Pomnas XVI/2019.
Menempati posisi dua besar menjadi target yang realistis yang diusung tim Pomnas XVI Jabar.
” Kita tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi Jabar, meski dari sisi dukungan sangat minim atau bahkan tidak ada. Banyak atlet to dan unggulan kita tidak bisa berlaga di POMNAS XVI karena perguruan tinggi tempat mereka berkuliah tidak bisa menanggug biayanya. Kemampuan setiap perguruan tinggi kan berbeda-beda,” terang Adang yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jabar ini.
Untuk itu, pihaknya berharap ada kerjasama dan kolaborasi antara pihak BAPOMI, perguruan tinggi, dan pemerintah provinsi Jabar. Pemrpob Jabar pun diharapkan bisa memberikan perhatian sama layaknya bagi atlet pelajar yang selama ini konsisten mendapat bantuan dari pemerintah provinsi.
” Untuk di tingkat pelajar itu kan ada PPLP dan di level perguruan tingginya seharusnya ada juga PPLM? Tapi kan ini tidak berjalan. Harusnya ada kolaborasi secara formal dan resmi jangan sampai pembinaan atlet itu seolah-olah hanya sampai tingkat pelajar. Ini harus dibenahi,” tegasnya.
(ageng/bam’s)


