spot_img
Jumat 6 Februari 2026
spot_img

Garda Juara Umum Prestasi Kejurcab BKC Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id:  Dojo Garda keluar sebagai juara umum kelompok prestasi pada Kejuaraan Karate antar Dojo BKC Cabang Kota Bandung yang berakhir pada Minggu (3/3/2019) malam kemarin. Sementara di kelompok New Comers, Dojo Provita keluar sebagai juara umum.

Dojo Garda keluar sebagai juara setelah berhasil meraih 5 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu dari total 44 nomor yang dipertandingkan di kelompok prestasi.

Dojo Garda berhasil mengalahkan Dojo SMPN 51 yang harus puas di posisi runner up dengan raihan 4 medali emas, 3 medali perak, dan 12 medali perunggu. Sementara peringkat tiga kelompok prestasi diraih Dojo Denpom dengan raihan 4 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Untuk kelompok new comers, Dojo Provita berhasil menjadi peraih medali terbanyak dengan capaian 9 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu. Posisi runner up, ditempati Dojo Kresna dengan raihan 4 medali emas, 3 medali perak dan 7 medali perunggu. Disusul Dojo Dokata 45 di peringkat tiga dengan raihan 3 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Ketua BKC Kota Bandung, Agung Satria Negara menuturkan, para juara di setiap nomor pada kejuaraan kali ini akan menjadi bahan bagi pihaknya menentukan komposisi atlet untuk menghadapi Kejuaraan Karate BKC se-Jabar. Baik untuk kelompok prestasi maupun kelompok new comers.

” Pada kejurda BKC Jabar tahun 2019 ini, kita bertekad untuk tetap menjadi yang terbaik,” ujar Agung.

Ketua Dewan Guru PB BKC, Indriani Rahadian Arsanata menambahkan, kejuaraan yang digelar rutin setahun sekali oleh BKC Kota Bandung ajang pembinaan atlet sekaligus evaluasi dari hasil latihan yang dilakukan dojo-dojo BKC di Kota Bandung.

Melalui kejurcab ini, pihaknya berharap bisa melahirkan atlet-atlet karate potensial yang tidak hanya mampu mengangkat nama baik perguruan, tapi juga daerah asal, Jabar, hingga Indonesia.

” Sebagai ajang pembinaan, maka kita pun menggelar kelas new comers bagi atlet pemula yang baru memegang sabuk putih sampai hijau. Dengan demikian proses pembinaan pun bisa terus berjalan. Yang sudah berprestasi makin terus meningkat, ditopang dengan munculnya potensi atlet baru dari kelompok new comers ini,” tegas Indri.

(ageng/bam’s)

spot_img

Berita Terbaru