BANDUNG, FOKUSJabar.id : Federasi Sepak Takraw Asia atau Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF) memberikan penawaran bagi tim nasional sepak takraw Indonesia yang bersiap menghadapi Asian Games XVIII/2018 untuk melakukan training center di Thailand. ASTAF pun menyatakan siap menanggung segala kebutuhan timnas selama menjalani TC di negeri Gajah Putih.
Presiden ASTAF, Dato Abdul Halim bin Kader menuturkan, pihak Thailand memiliki akademi sepak takraw yang dilengkapi dengan sarana gedung latihan dan sarana pendukung lain. Lokasi tersebut menjadi pusat akademi sepak takraw di Asia yang berada langsung dibawah pengawasan pihaknya, ASTAF.
“Akademi sepak takraw di Thailand itu menjadi lokasi untuk melatih atlet potensial dari negara-negara di Asia. Untuk itu, kami dari ASTAF memberikan kesempatan bagi timnas sepak takraw Indonesia yang bersiap menghadapi Asian Games 2018 untuk berlatih disana selama dua bulan,” ujar Halim saat ditemui di Bandung, Rabu (25/4/2018).
Halim menambahkan, pihak ASTAF sendiri tidak akan membebankan biaya bagi timnas sepak takraw Indonesia untuk bisa berlatih di negeri gajah putih. Mulai dari biaya untuk sarana prasarana, gedung latihan, hingga akomodasi selama di Thailand.
“Kami berikan secara percuma (gratis) bagi timnas sepak takraw Indonesia untuk bisa berlatih di Thailand. Ini sebagai bentuk apresiasi bagi Indonesia yang sudah bekerja keras menjadi tuan rumah yang baik untuk menggelar Asian Games 2018. Saya sudah sampaikan penawaran ini ke KOI, INASGOC, maupun pengurus sepak takraw Indonesia,” terangnya.
Selain Indonesia, beberapa negara yang sedang bersiap untuk berlaga di Asian Games XVIII pada Oktober 2018 di Indonesia pun akan menjalani latihan di Thailand. Diantaranya India, Singapura, Philipina, dan Korea Selatan.
“Jadi selain meningkatkan kemampuan atlet mulai dari teknik, fisik, hingga mental, Indonesia pun bisa melihat kekuatan negara Asia lainnya yang akan menjadi lawan di Asian Games 2018. Ini menjadi keuntungan lain jika Indonesia bisa berlatih di Thailand sebagai kekuatan sepak takraw di Asia. Untuk itu, kita menunggu jawaban dari pihak Indonesia,” pungkasnya.
(ageng/bam’s)


