spot_img
Rabu 17 Juli 2024
spot_img
More

    “Diserang” di Medsos, Hasanah Laporkan Dugaan Kampanye Hitam ke Bawaslu Jabar

    BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) melaporkan dugaan black campaign (kampanye hitam) yang menyerang pasangan tersebut ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jabar, Rabu (14/3/2018).

    Anggota tim advokasi dan hukum Hasanah Indra Sudrajat mengaku terpaksa melaporkan sebuah akun media sosial bernama perisai.rakyar21 yang diduga telah menyerang dengan kampanye hitam dan fitnah terhadap pasangan Hasanah.

    Salah satu yang diposting akun tersebut adalah memelesetkan singkatan Hasanah (Hasanudin-Anton Amanah) menjadi Hasetan (Hasanudin-Anton Setan).

    Postingan berupa gambar dan tulisan itu diposting akun tersebut pada Selasa (13/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Namun postingan tersebut kemudian ditemukan tim Hasanah pada Rabu (14/3) pagi.

    “Kita menemukan di Instagram ada yang memposting gambar dan kata-kata yang tidak pantas yang dialamatkan kepada pasangan Hasanah. Ini sudah keterlaluan,” kata Indra Sudrajat usai melaporkan dugaan kampanye hitam itu ke Gakkumdu Bawaslu Jabar, Jalan Turangga Kota Bandung, Rabu (14/3/2018).

    Selama ini, kata dia, pasangan Hasanah memang kerap mendapat ‘serangan’ dan difitnah macam-macam di media sosial. Namun karena dinilai sudah keterlaluan, pasangan Hasanah akhirnya melaporkan kampanye hitam itu ke Bawaslu Jabar.

    “Setelah dari Bawaslu ini kami akan laporkan juga ke Polda Jabar,” tambah Indra.

    Indra berharap Bawaslu dan Polda Jabar segera menindaklanjuti laporan tersebut dan secepatnya mengungkap serta menangkap pemilik akun maupun aktor intelektualnya. Apalagi Bawasli dan Polda Jabar pun telah mendeklarasikan menolak hoax dan kampanye hitam.

    “Yang kami khawatirkan, serangan-serangan seperti ini bisa memicu konflik hotizontal dan membuat Pilkada ini jadi tidak kondusif. Oleh karena itu, kami mohon Bawaslu dan kepolisian segera mengungkap kasus-kasus seperti ini,” tuturnya.

    (LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img