spot_imgspot_img
Jumat 6 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Aksi Damai di Tasikmalaya Soroti Penggeledahan Pesantren, Perlindungan Santriwati Jadi Perhatian

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan santri dan puluhan elemen organisasi masyarakat (Ormas) Islam menggelar aksi damai di Kota Tasikmalaya. Presidium Gerakan Tasik Usuk memimpin aksi akbar ini di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (6/11/2026).

Massa menyuarakan keadilan atas insiden penggeledahan sewenang-wenang di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo. Petugas kepolisian mengawal ketat jalannya aksi sehingga situasi tetap tertib dan kondusif.

Baca Juga: BUMDes Tasikmalaya Diminta Berbenah Total, Laporan Keuangan Harus Bisa Diakses Publik

Juru bicara presidium KH. Aminuddin Bustomi mengecam keras tindakan pendobrakan asrama santriwati pada pukul 03.20 WIB tersebut.

“Tindakan kepolisian yang mendobrak komplek asrama santriwati pada dini hari dinilai sebagai bentuk cacat prosedur fatal,” kata Aminuddin.

Presidium Tasik Usuk Soroti Pelanggaran SOP dan Layangkan Tiga Tuntutan Utama

Presidium Tasik Usuk membeberkan tiga poin pelanggaran serius kepolisian berdasarkan hasil audit legalitas hukum. Selanjutnya pihaknya juga menyoroti pengerhan pasukan bersenjata laras panjang, penggeledahan tanpa Polwan, serta penyitaan barang secara tidak sah.

Massa menyampaikan tiga tuntutan utama meliputi sanksi PTDH bagi pejabat operasi, praperadilan, hingga gugatan ganti rugi. Pihaknya meminta Komisi Kode Etik Polri menjatuhkan sanksi tegas kepada seluruh oknum yang terlibat.

Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Andik Eko Siswanto menemui langsung para ulama serta peserta aksi di lokasi. Kemudian pihaknya menyampaikan keprihatinan mendalam dan siap meneruskan seluruh aspirasi kepada pimpinan tertinggi Polri.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas apa yang sudah para santri alami,” ujar Andik.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru