spot_imgspot_img
Senin 2 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Majalengka: Ada Miskomunikasi Kasus Puskesmas Bantarujeg

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Viral dugaan penelantaran pasien asal cipeundeuy di Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengakui adanya miskomunikasi antara petugas kesehatan dan keluarga pasien dalam penanganan tersebut.

Eman mengatakan, persoalan itu diduga bermula dari kesalahpahaman terkait ketersediaan ruang perawatan dan proses rujukan pasien ke rumah sakit.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Bupati Majalengka Usut Dugaan Penolakan Pasien

Untuk memastikan kronologi kejadian, Eman bersama Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Agus Suratman, dan Kepala Puskesmas Bantarujeg, Dede R Munawaroh, mendatangi puskesmas tersebut, Senin (02/10/2026).

Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, pasien datang menggunakan kursi roda dan sempat mendapatkan pemeriksaan medis.

Namun, pasien diduga mengalami gejala yang mengarah pada TBC sehingga disarankan menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

“Pasien datang menggunakan kursi roda kemudian dibawa ke dalam, lalu dilakukan pemeriksaan. Dicek tensinya segala macamnya, dan ternyata potensi suspect TBC,” kata Eman.

Menurut Eman, pasien tidak ditempatkan di ruang perawatan karena kondisi ruangan sedang penuh. Petugas kemudian menyarankan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan rontgen dan menawarkan fasilitas ambulans.

Terjadi Kesalahpahaman Petugas

Namun, pasien disebut belum bersedia dirujuk karena jarak rumah sakit yang cukup jauh. Setelah itu, terjadi kesalahpahaman ketika petugas mengira pasien sudah berangkat, padahal masih berada di lorong puskesmas.

“SOP sudah jalan dan sudah dilayani dulu. Cuma karena di sini tidak bisa dilayani, harus dirujuk karena tadi sakit itu. Dikira oleh teman-teman sudah berangkat, ternyata di lorong, inilah mis yang terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, Eman menegaskan kejadian tersebut harus menjadi evaluasi pelayanan kesehatan di Majalengka. Ia juga menyatakan akan mendatangi pasien untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan kebutuhan penanganan medisnya terpenuhi.

“Saya sebagai bupati penanggung jawab persoalan ini akan datang ke pasien, minta maaf. Kalau sekarang mau bawa ke rumah sakit, ya dibawa ke rumah sakit, kita biayai,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, Eman akan mengumpulkan seluruh kepala puskesmas dan dokter untuk memperkuat pembinaan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengingatkan, petugas kesehatan harus memahami kondisi masyarakat yang datang berobat. Menurutnya, pasien dan keluarga tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga kekhawatiran mengenai biaya dan kebutuhan selama menjalani perawatan.

Baca Juga: Inilah Pemicu Dua Kasus Pengeroyokan di Majalengka

Karena itu, Eman meminta seluruh petugas pelayanan publik, khususnya tenaga kesehatan, mengedepankan sikap ramah dan santun dalam melayani masyarakat.

Eman menegaskan, masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap pelayanan pemerintah, termasuk di fasilitas kesehatan.

“Layani dengan santun, ramah, dan sopan. Itu akan memberikan cepat kesembuhan bagi pasien. Saya sarankan itu,” katanya.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru