MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Rektor Universitas Majalengka (UNMA), Otong Syuhada, mengingatkan para lulusan untuk tidak sekadar mengandalkan kecerdasan teknologi.
Otong menyampaikan pesan tersebut dalam prosesi Wisuda UNMA ke-XXVII, Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga: Polres Banjar Musnahkan 2.400 Botol Miras Sitaan di Dobo
Ia menyoroti perkembangan generative AI yang mengubah produksi pengetahuan serta efisiensi kerja secara masif.
“Teknologi sekelas generative AI telah mengubah lanskap produksi pengetahuan dan efisiensi kerja manusia secara fundamental,” kata Otong.
Otong menilai pesatnya teknologi juga memicu krisis pengetahuan akibat maraknya disinformasi.
Ia menegaskan integritas, empati sosial, serta kompas moral menjadi keunggulan manusia yang tidak tergantikan teknologi.
“Jangan biarkan algoritma mendikte moralitas saudara,” tegas Otong.
Otong mengajak para lulusan memanfaatkan ilmu untuk memvalidasi kebenaran serta menghindari praktik plagiarisme digital.
Ia mendorong alumni UNMA menjadi pembelajar sepanjang hayat melalui adaptabilitas, inovasi, serta kolaborasi multidisiplin.
Bupati Majalengka Puji Kontribusi Alumni UNMA di Pemerintahan
Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan apresiasi atas konsistensi UNMA sebagai pilar pendidikan daerah.
Eman membeberkan sekitar 30 persen ASN teknis di Pemkab Majalengka merupakan alumni UNMA.
“Kalau digabungkan dengan guru, ini hampir mayoritas 50 persen adalah lulusan dari UNMA,” kata Eman.
Eman menyebut angka ini membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan potensi lulusan lokal.
Ia mengajak para wisudawan bersinergi mewujudkan visi pembangunan Majalengka Langkung Sae.
“Saya sangat menantikan kiprah dan kontribusi nyata rekan-rekan untuk membangun Kabupaten Majalengka,” pungkas Eman.
(Jilly Ortega)



