CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kondisi sawah dan kebun yang mulai mengering akibat kemarau berkepanjangan mendorong masyarakat Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, menggelar Salat Istisqa, Selasa (13/10/2026).
Sekitar 1.000 jamaah mengikuti ibadah tersebut sebagai ikhtiar memohon hujan setelah hampir enam bulan menghadapi musim kering.
Jamaah yang hadir terdiri dari masyarakat, guru, serta siswa-siswi dari sejumlah sekolah di wilayah Desa Dewasari. Mereka bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Warga Pawindan Ciamis Gelar Salat Istisqa
Kegiatan tersebut diselenggarakan Pemerintah Desa Dewasari bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Dewasari sebagai ikhtiar spiritual dalam menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan. Shalat Istisqa dipimpin oleh Ustadz Asep Dadan selaku imam sekaligus khatib.
Sekretaris MUI Kecamatan Cijeungjing, Jenal Mudakir, mengatakan pelaksanaan Shalat Istisqa dilatarbelakangi kondisi kekeringan yang sudah berlangsung hampir enam bulan. Dampaknya mulai dirasakan terutama oleh sektor pertanian, perkebunan, serta kehidupan tumbuhan dan hewan.
“Sudah hampir enam bulan. Untuk kebutuhan air bersih masyarakat masih cukup, tetapi kondisi sawah dan kebun sudah mengering. Tumbuhan dan hewan juga mengalami kesulitan akibat kekurangan air,” ujarnya.
Surat Edaran MUI
Menurut Jenal, pelaksanaan Shalat Istisqa ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran MUI Kecamatan Cijeungjing sekaligus inisiatif pengurus MUI Desa Dewasari untuk mengajak masyarakat berdoa bersama memohon turunnya hujan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ikhtiar melalui doa, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial.
Jenal mengimbau masyarakat agar memperbanyak istigfar, berdoa, serta meningkatkan infak dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kemarau.
Baca Juga: 200 Guru SD di Ciamis Ikuti Pelatihan TIK
“Kami mengajak masyarakat untuk memperbanyak istigfar, berdoa, serta infak dan sedekah. Mudah-mudahan Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga kekeringan ini bisa segera berakhir,” katanya.
Ia menambahkan, imbauan untuk melaksanakan Shalat Istisqa akan terus disampaikan kepada masyarakat, termasuk hingga tingkat dusun di wilayah Kecamatan Cijeungjing.
Melalui ikhtiar bersama tersebut, masyarakat diharapkan tetap menjaga kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama selama menghadapi musim kemarau, sembari berharap hujan segera turun untuk mengairi kembali sawah, menyuburkan kebun, dan memenuhi kebutuhan makhluk hidup.
(Mia)



