BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kebakaran lahan di RT 001 RW 010, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, membakar area tersebut selama hampir 12 jam. Kepulan asap tebal memicu gangguan kesehatan warga hingga menyebabkan 19 orang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengonfirmasi selain belasan pasien ISPA, asap kebakaran meremukkan kondisi satu warga yang mengidap asma. Beberapa warga lain mengeluhkan hipertensi serta mialgia, meski keluhan tersebut tidak berhubungan langsung dengan paparan asap.
Baca Juga: Menteri Keuangan Suahasil Nazara Bicara Soal Efisiensi APBN
“Kurang lebih hampir 12 jam ini telah terjadi kebakaran lahan yang menimbulkan gangguan asap ke mana-mana. Sejauh ini memang warga yang terganggu akibat kebakaran ini kurang lebih 19 orang terkena ISPA, kemudian ada asma satu,” kata Farhan usai meninjau lokasi kebakaran, Selasa (15/9/2026).
Lintas Instansi Turun Tangan Padamkan Api
Farhan menjelaskan penanganan musibah ini menggerakkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskar PB), BPBD, BNPB, hingga Dinas Kesehatan.
“Pemerintah Kota Bandung sudah turun bersamaan dengan Damkar, BPBD, BNPB juga ikut membantu, Dinas Kesehatan juga turun,” ujarnya.
Asap Kepung Sekolah dan Rumah Sakit
Dampak asap tebal menembus sektor pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Bandung mencatat asap mengepung tiga sekolah, yakni satu SMP dan dua SD. Kendati demikian, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal.
“Dinas Pendidikan memastikan bahwa ada tiga sekolah yang terdampak, satu SMP, dua SD. Kena asap, tapi tidak menghentikan proses belajar mengajar, tetap berjalan normal,” katanya.
Asap juga mengganggu kenyamanan Rumah Sakit Salamun milik TNI AU. Guna mencegah insiden berulang, Pemkot Bandung memutuskan untuk menyegel area bekas kebakaran tersebut.
“Sementara gangguan asap yang dirasakan oleh warga masyarakat. Maka dengan demikian kami akan menutup tanah ini,” jelasnya.
Pemkot Bandung Usut Dugaan Pidana Lingkungan
Pemkot Bandung menghimpun data lengkap dari berbagai instansi untuk melangkah ke jalur hukum terkait indikasi pelanggaran lingkungan.
Farhan menegaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menampung seluruh laporan sebelum menyerahkannya kepada tim penegak hukum Kementerian Lingkungan Hidup.
“Kemudian Dinas Lingkungan Hidup akan mengumpulkan semua data dari semua pihak, lalu melaporkannya kepada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan penyelidikan awal apabila memang terjadi tindak pidana lingkungan hidup,” katanya.
Mengenai kondisi korban ISPA, Farhan meyakini paparan asap menjadi pemicu utama. Namun, ia memilih memeriksa langsung Posko Kesehatan RW 10 untuk memastikan penanganan para korban.
“Sudah hampir pasti semuanya terkena asap, yang 19 orang itu. Tapi saya akan memastikan lagi dengan berkunjung ke posko,” ucapnya.
Saat ini, seluruh warga terdampak sudah beristirahat di rumah masing-masing usai menjalani pemeriksaan medis.
“Di rumahnya masing-masing, tapi sudah diperiksa di posko yang ada di RW 10. Nah, nanti kita ke posko RW 10, ada kejelasannya,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



