CIMAHI,FOKUSJabar.id: Perwakilan Pabrik Cokelat (PT CAPP) Pantober memberikan klarifikasi resmi menanggapi aduan warga kawasan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Pihak perusahaan menyampaikan penjelasan tersebut usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama DPRD Kota Cimahi dan perwakilan masyarakat RW 28.
Sebelumnya, warga sekitar mengeluhkan dampak operasional pabrik cokelat yang berdiri tepat di samping area permukiman mereka.
Baca Juga: Persib Resmi Pinjamkan Dion Markx ke Persita, Ini Alasan di Balik Keputusan Maung Bandung
Pantober menegaskan bahwa jajaran manajemen sebenarnya telah menyelesaikan berbagai persoalan tersebut melalui dialog terdahulu.
“Kita sudah melakukan audiensi di DPRD. Saya perwakilan dari CAPP. Jadi, apa yang dituduhkan masyarakat sebetulnya tidak tepat gitu ya. Tadi yang masalah pembangunan itu sebetulnya perusahaan Sarana,” kata Pantober, Senin (31/8/2026).
Buka Ruang Komunikasi Terbuka Bagi Warga
Pantober menjelaskan bahwa perusahaan aktif membangun komunikasi dengan warga sekitar melalui beragam kegiatan. Namun, ia menilai dialog tersebut belum membuahkan titik temu terkait tuntutan warga.
Ia juga menyayangkan langkah sebagian warga yang kembali mengungkit isu lama ke publik.
“Dan yang mereka tuduhkan sebetulnya tidak terbukti. Jadi sejauh ini sebetulnya narasi-narasi tersebut ya hanya yang sudah lewat yang mereka bawa yang dibahas kembali hari ini gitu sebetulnya. Itu aja sih,” ujarnya.
Meskipun belum memahami seluruh keinginan warga, PT CAPP memastikan tetap membuka pintu musyawarah bagi masyarakat RW 28.
“Sebetulnya kita komunikasi terbuka. Silakan aja kalau misalnya ada komunikasi ke kita, secara baik disampaikan, kita pasti menerima. Kita tidak menutup ‘Oh, kita tidak akan berkomunikasi dengan RW 28’, enggak sih. Asal semuanya sesuai dengan ketentuannyalah gitu ya, ini komunikasi,” ucapnya.
Bantu Dana Artesis untuk Fasilitas Lingkungan
Kuasa Hukum PT CAPP Stefanus Gultom menyikapi dinamika ini dengan menyebut bentuk musyawarah yang warga harapkan masih tergolong rancu.
“Sebetulnya masih rancu. Jadi terkait-terkait titik temu dengan masyarakat itu, khususnya dengan RW 28, masih rancu perihal kemauan atau kira-kira musyawarah seperti apa yang harus dilakukan PT dengan RW 28,” katanya.
Stefanus menegaskan bahwa perusahaan terus menunjukkan iktikad baik kepada warga sekitar. Sebagai bukti kepedulian sosial, PT CAPP telah menyalurkan bantuan dana untuk pembangunan sumur artesis bagi warga RW 28.
“Sejauh ini sebetulnya sudah berusaha ya tadi yang sudah kita sampaikan dengan bukti bahwa kita sudah membangun komunikasi dengan RW 28, ada bantuan dari kita terhadap RW 28 untuk artesis gitu, bantuan dananya,” ujarnya.
(Arif)



