GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin terus mengupayakan perbaikan Jalan Banjarwangi. Mulai dari proses pengusulan, kendala hingga progres terbaru penanganan ruas jalan tersebut.
Menurut Syakur, upaya penanganan Jalan Banjarwangi telah di mulai sejak 2025 melalui pengusulan bantuan Inpres Jalan Daerah (IJD) kepada Kementerian Pekerjaan Umum dengan dukungan anggota DPR RI, Imas Aan dan Ade Ginanjar.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Muslimat NU Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan
Usulan dengan nilai hampir Rp80 miliar tersebut sempat mendapat persetujuan awal. Namun belum dapat di realisasikan karena terdapat sejumlah titik yang di nilai masih rawan bencana.
“Karena ada beberapa titik yang masih berpotensi bencana, jadi belum di realisasikan,” ungkap Syakur.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Garut mengalokasikan APBD sebesar Rp5 miliar pada 2026 untuk melakukan penanganan awal sekaligus membenahi titik-titik rawan dan menyiapkan kondisi teknis jalan agar memenuhi persyaratan program IJD.
Menurutnya, anggaran daerah tidak dapat sepenuhnya di alokasikan untuk satu ruas jalan. Pasalnya, masih banyak infrastruktur jalan di wilayah Garut yang membutuhkan penanganan.
Setelah melalui pengawalan ke pemerintah pusat, alokasi anggaran IJD untuk Jalan Banjarwangi akhirnya di tetapkan pada Agustus 2026 dengan nilai sekitar Rp42 miliar.
Saat ini pekerjaan memasuki tahap lelang, dengan target penandatanganan kontrak pada akhir Agustus dan pelaksanaan pekerjaan fisik di mulai September 2026.
Untuk mengejar batas waktu pengerjaan selama empat bulan, pekerjaan akan di lakukan pada dua titik secara paralel. Yakni sisi depan dan sisi belakang ruas jalan yang di tangani.
BACA JUGA:
Bupati Garut-Telkomsel Bahas Digitalisasi Layanan Publik dan PAD
Pemkab Garut akan mengawal kualitas pekerjaan. Termasuk pemenuhan standar konstruksi beton setebal 40 sentimeter sesuai ketentuan pemerintah pusat.
“Kenapa saya ingin yang fokus pemerintah pusat, karena standar pemerintah pusat tinggi-tinggi, betonnya 40 cm, bagus. Kita ingin membangun itu benar-benar bisa sesuai dengan kebutuhan dan bisa dimanfaatkan secara jangka panjang. Nah itu harapan kami,” ungkapnya.
(Bambang Fouristian)



