spot_imgspot_img
Senin 27 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Musik Karaoke Liar di Situ Cibeureum Tasikmalaya Tuai Protes Warga, Kelurahan Siapkan Aturan Tegas

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Situ Cibeureum di Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, yang selama ini menjadi ikon wisata air nan asri, mendadak memanas.

Bukannya menyajikan ketenangan, kawasan wisata ini justru memicu konflik akibat dentuman musik bising dari warung-warung karaoke liar.

Baca Juga: Gotong Royong Warga Parungponteng dan Satgas TMMD ke-129

Puncak kekesalan masyarakat akhirnya memicu musyawarah sengit di aula Kelurahan Tamanjaya, Senin (27/7/2026).

Plt Lurah Tamanjaya, Abay Bayani, memimpin langsung rapat yang menghadirkan warga, pemilik warung, tokoh agama, hingga aparat keamanan tersebut. Namun, suasana musyawarah berjalan sangat alot dan diwarnai aksi saling bantah.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kelurahan Tamanjaya, Ustaz Ayub, melontarkan kritik pedas saat merespons klaim para pemilik warung. Para pengusaha berdalih telah meredam suara bising musik mereka.

Ustaz Ayub mematahkan argumen tersebut karena ia masih kerap mendengar dentuman musik malam meski letak rumahnya jauh dari danau.

“Saya yang rumahnya jauh saja masih bisa mendengarnya. Di forum ini, semua seperti tidak jujur menyampaikan fakta,” tegas Ustaz Ayub di hadapan peserta rapat.

Lemahnya Penegakan Hukum

Sikap saling melempar alasan ini melukai perasaan warga sekitar. Selain mengalami kelelahan fisik akibat gangguan tidur saban malam, warga merasa pihak berwenang mengabaikan jeritan hati mereka.

Di tengah suasana yang kian tegang, Ketua LPM Kelurahan Tamanjaya, Rudianto, S.Pd.I., membongkar akar masalah yang sebenarnya. Ia melihat persoalan Situ Cibeureum melampaui masalah volume suara yang terlalu keras semata.

Rudianto menilai lemahnya penegakan hukum dan pengawasan operasional menjadi pemicu utama. Longgar izin bangunan hingga bebasnya aktivitas malam membuat para pemilik warung seolah kebal hukum.

“Kalau aturan ditegakkan disertai sanksi yang jelas, persoalan seperti ini tidak akan terus berulang,” ujar Rudianto.

Ia menambahkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran kecil pada akhirnya meledakkan kemarahan sosial warga Tamanjaya.

Guna meredam situasi yang kian meruncing, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanjaya, Ali, turun tangan menenangkan peserta musyawarah. Ia meminta semua pihak menahan emosi dan memprioritaskan kerukunan antarwarga.

Melalui mediasi tersebut, Plt Lurah Abay Bayani akhirnya menutup rapat dengan merumuskan komitmen bersama. Pihak kelurahan bakal menerbitkan aturan ketat yang mencakup pembatasan jam operasional, penetapan batas volume suara, serta sanksi tegas bagi para pelanggar.

Langkah tegas dari Kelurahan Tamanjaya ini kini menjadi ujian nyata bagi penegakan aturan di lapangan. Warga Tasikmalaya menantikan janji pemulihan ketenangan di Situ Cibeureum agar fungsi kawasan wisata ramah publik ini kembali seperti semula.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru