CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis menelurkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang unik bernama Barber Desile. Layanan pangkas rambut ini lahir dari rahim program pelatihan keterampilan bagi warga binaan sosial.
Menariknya, layanan pangkas rambut ini mengusung konsep bayar seikhlasnya. Sistem pembayaran ini membuat seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati jasa potong rambut yang rapi sesuai dengan kemampuan kantong masing-masing.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Spot Nongkrong dengan Live Music di Ciamis, Temani Akhir Pekan Lebih Berkesan
Kehadiran Barber Desile menjadi bukti sahih bahwa pelatihan dari Dinsos Ciamis tidak sekadar mandek di ruang kelas. Instansi ini melanjutkan program tersebut menjadi wadah praktik nyata sekaligus peluang usaha bagi para peserta yang telah mengantongi bekal keterampilan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menjelaskan bahwa Barber Desile merupakan bagian dari strategi besar untuk mengubah pola pelayanan sosial. Dinsos Ciamis ingin bermutasi, dari yang semula sekadar membagikan bantuan sosial kini berfokus membangun kemandirian masyarakat melalui keterampilan produktif.
“Selama ini Dinas Sosial identik dengan bantuan sosial. Padahal, kami juga ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan. Barber Desile menjadi salah satu wujud nyata dari program pemberdayaan tersebut,” ujar Ihsan.
Kadinsos menyampaikan, Barber Desile mengambil tempat di lingkungan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Ciamis. Lokasi ini sengaja menjadi ruang praktik mandiri bagi para peserta yang telah menuntaskan masa pelatihan mereka.
“Masyarakat juga bisa langsung datang untuk memanfaatkan layanannya dengan konsep bayar seikhlasnya,” tutur Ihsan Rasyad.
Konsep Bayar Seikhlasnya
Ia menjabarkan, pihak pengelola sengaja memilih konsep bayar seikhlasnya agar layanan ini ramah bagi dompet masyarakat luas. Di sisi lain, sistem ini juga menjadi media bagi para lulusan pelatihan untuk terus mengasah kemahiran mereka dalam melayani pelanggan dengan jam terbang tinggi.
Menurut Ihsan, Pemerintah memilih keterampilan memotong rambut karena melihat prospek usaha ini sangat menjanjikan dan berkelanjutan. Kebutuhan masyarakat terhadap jasa pangkas rambut tidak akan pernah mati, sehingga peluang alumni untuk membuka usaha mandiri di rumah masing-masing terbuka lebar.
“Usaha pangkas rambut akan terus masyarakat butuhkan. Harapan kami, setelah mendapatkan pengalaman di Barber Desile, mereka semakin percaya diri untuk membuka usaha sendiri dan mampu meningkatkan taraf hidupnya,” katanya optimistis.
Melalui Barber Desile, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis ingin membuktikan bahwa program pemberdayaan masyarakat mampu membuahkan dampak besar lewat cara-cara yang sederhana.
Selain menyediakan layanan potong rambut yang ramah kantong lewat tarif sukarela, program ini sukses menjadi jembatan bagi para peserta pelatihan untuk mendulang pengalaman kerja sekaligus memupuk kemandirian ekonomi masa depan.
(Mia)



