spot_imgspot_img
Sabtu 11 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Universitas Galuh Raih Juara I Pengelolaan Media Sosial AHD LLDIKTI Wilayah IV 2026

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Universitas Galuh (Unigal) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Kampus terbesar di Priangan Timur ini sukses menyabet predikat sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik dalam Pengelolaan Media Sosial pada ajang Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) Tingkat LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2026.

Unigal mengamankan posisi Juara I pada kategori PTS Subkategori Pengelolaan Media Sosial setelah mengungguli puluhan perguruan tinggi swasta pesaingnya di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IV (Jawa Barat dan Banten).

Baca Juga: Sekda Ciamis Resmi Buka Muscab DPC LVRI Tahun 2026

Kepala Badan Penerimaan Mahasiswa Baru, Informasi dan Komunikasi (BPMBIK) Universitas Galuh, Bdn. Ririn Lestari, menilai penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi nyata bagi perguruan tinggi yang mampu membangun komunikasi publik secara efektif dan menyebarkan dampak positif pendidikan kepada masyarakat luas.

“Esensi penghargaan ini bukan hanya tentang media sosial yang menarik, tetapi bagaimana perguruan tinggi mampu mengomunikasikan pendidikan tinggi benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat,” ungkap Ririn di Kampus Unigal Ciamis, Sabtu (11/7/2026).

“Kegiatan tridarma, prestasi, inovasi hingga pengabdian harus diketahui publik sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi semakin meningkat,” tambahnya.

Ririn membeberkan bahwa panitia menerapkan proses seleksi yang sangat ketat. Tahapan kompetisi bermula sejak Juni 2026 melalui penyusunan proposal dengan bobot penilaian sebesar 60 persen. Selanjutnya, peserta harus melalui sesi presentasi pada Juli dengan porsi penilaian sebesar 40 persen.

Fokus pada Kategori Pengelolaan Media Sosial

Dari total 31 perguruan tinggi swasta yang mendaftar di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV, tim penilai hanya meloloskan lima kampus ke tahap presentasi final untuk kategori Pengelolaan Media Sosial.

“Tahun ini kami memilih fokus pada kategori pengelolaan media sosial. Kompetisinya cukup ketat karena setiap perguruan tinggi harus menunjukkan strategi komunikasi, inovasi, serta dampak yang dihasilkan melalui media sosial,” tuturnya.

Ririn menjelaskan, Unigal tidak meraih keberhasilan ini secara instan. Kampus mengambil langkah strategis dengan membentuk BPMBIK sekitar dua tahun lalu untuk menjadi pusat komunikasi resmi universitas.

Melalui badan baru tersebut, pengelola menyatukan seluruh informasi yang sebelumnya tersebar di berbagai unit secara terintegrasi. Langkah ini berhasil menciptakan identitas komunikasi kampus yang jauh lebih kuat dan konsisten.

“Kami ingin seluruh komunikasi kampus memiliki satu suara. Semua informasi resmi berasal dari satu pusat komunikasi sehingga publik mendapatkan informasi yang utuh, akurat, dan konsisten,” jelas Ririn.

BPMBIK kemudian menjabarkan strategi tersebut ke dalam konsep One University, One Voice. Pengelola merangkul seluruh fakultas, program studi, hingga unit kerja untuk menyelaraskan pola komunikasi agar masyarakat menerima informasi yang seragam mengenai Universitas Galuh.

Budaya Kolaborasi Seluruh Sivitas Akademi

Menurutnya, kesuksesan mengelola media sosial tidak melulu soal kemampuan memproduksi konten visual yang estetik, melainkan tumbuh dari budaya kolaborasi serta rasa memiliki yang tinggi dari seluruh sivitas akademika terhadap almamater.

“Yang paling penting adalah rasa memiliki terhadap Unigal. Kami ingin semua orang bangga dengan kampus ini. Kemudian bersama-sama memperkenalkan berbagai prestasi yang selama ini mungkin belum banyak masyarakat ketahui,” harapnya.

Ia menegaskan, BPMBIK tidak sekadar memanfaatkan akun media sosial resmi Universitas Galuh sebagai alat promosi penerimaan mahasiswa baru. Lebih dari itu, platform digital ini memegang peran sebagai panggung untuk memublikasikan berbagai capaian akademik, hasil penelitian, inovasi, pengabdian masyarakat, hingga prestasi dosen dan mahasiswa.

Selain aktif menyiarkan dinamika kampus, BPMBIK juga menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan. Pengelola menjadikan setiap kritik dan tanggapan dari netizen sebagai bahan evaluasi penting untuk membenahi kualitas komunikasi serta layanan informasi kampus.

“Unigal berkomitmen tidak resisten terhadap kritik. Semua masukan kami tampung dan kami sampaikan kepada pimpinan agar mendapatkan tindaklanjut sesuai prosedur yang berlaku. Itu menjadi bagian dari proses perbaikan komunikasi publik,” tegas Ririn.

Kendati sudah menggondol predikat PTS terbaik dalam urusan pengelolaan media sosial, Ririn mengingatkan timnya bahwa penghargaan ini bukanlah titik akhir perjuangan. Ia menilai masih banyak permata prestasi dan kontribusi Universitas Galuh yang harus mereka suarakan ke hadapan publik.

“Sesungguhnya apa yang sudah kami tampilkan di media sosial masih sedikit dari prestasi yang Universitas Galuh miliki. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus menghadirkan informasi yang bermanfaat sekaligus memperkenalkan kontribusi Unigal bagi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembangunan daerah,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru