spot_imgspot_img
Senin 8 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pasanggiri Ujang Nyai 2026 Cetak Duta Budaya Muda Tatar Galuh Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat generasi muda, Namun juga sebagai wadah strategis untuk mencetak duta budaya yang mampu menjaga identitas Tatar Galuh di tengah derasnya arus globalisasi.

Pesan tersebut di sampaikan dalam Grand Final Pasanggiri Ujang Nyai 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ciamis ke-384 di Aula Dinas Pendidikan setempat, Minggu (7/6/2026).

BACA JUGA:

Semua Peserta Lolos Target, ALTI Ciamis Temukan Harapan Baru untuk Porprov

Kegiatan tersebut di hadiri Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Heryan Rusyandi, anggota DPRD Kabupaten Ciamis Toto Marwoto, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kania Ernawati Herdiat menegaskan, generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus sekaligus penjaga warisan budaya daerah.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan budayanya sendiri. Budaya merupakan akar sejarah peradaban yang harus terus di jaga dan di wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Menurut Kania, Pasanggiri Ujang Nyai bukan sekadar mencari peserta terbaik dari sisi penampilan. Melainkan membentuk generasi muda yang memahami, mencintai dan mampu memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia mengajak para peserta untuk terus mempelajari bahasa Sunda, sejarah Galuh serta berbagai kesenian daerah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya.

Selain itu, generasi muda juga di dorong mampu mengembangkan tradisi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Melestarikan budaya bukan berarti menolak perubahan. Generasi muda harus mampu menjembatani tradisi dengan perkembangan zaman. Sehingga budaya Sunda tetap terasa dekat, menarik dan membanggakan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi menilai, Pasanggiri Ujang Nyai memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kreatif dan berprestasi. Tetapi juga memiliki karakter kuat serta kepedulian terhadap budaya daerah.

“Pasanggiri ini bukan hanya soal penampilan luar. Tetapi bagaimana generasi muda memahami dan mengamalkan nilai-nilai budaya Sunda dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

BACA JUGA:

ALTI Ciamis Seleksi Atlet Menuju Eksebisi Porprov Jabar 2026

Ketua Panitia Pasanggiri Ujang Nyai, Gerak menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini di rancang lebih terarah dengan menitikberatkan pada pendalaman nilai budaya, etika, kemampuan komunikasi, serta daya pikir kritis peserta.

“Pasanggiri Ujang Nyai tahun ini kami selenggarakan dengan konsep yang lebih terarah dan berkualitas. Kami ingin kegiatan ini benar-benar menjadi ruang pembinaan, bukan sekadar kompetisi,” katanya.

Sepanjang grand final berlangsung, para finalis menampilkan berbagai kemampuan. Mulai dari seni pertunjukan hingga komunikasi publik.

Mereka juga menjalani sesi tanya jawab terkait isu sosial, budaya, dan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.

Dewan juri menilai kualitas peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Baik dari sisi wawasan budaya, kepercayaan diri, maupun kemampuan menyampaikan gagasan.

Melalui Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi wajah budaya Tatar Galuh, sekaligus membawa nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru