GARUT, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Leli Yuliani hadir dalamacara pengambilan sumpah/janji Apoteker Angkatan XIII Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Garut (Uniga).
Kadinkes Garut mengucapkan selamat dan bangga atas bertambahnya tenaga apoteker baru.
BACA JUGA:
Bupati Garut dan Kementan Siapkan Pengembangan Sektor Pertanian
Menurut Dia, kehadiran Mereka menjadi angin segar bagi sektor kesehatan daerah yang saat ini masih menghadapi tantangan keterbatasan pemenuhan tenaga medis.
“Ini angin segar bagi Dinas Kesehatan karena mendapatkan tambahan pasukan yang kami butuhkan. Mengingat saat ini masih kekurangan tenaga kesehatan. Mulai dari dokter spesialis, apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi hingga analis,” ungkap Leli.
Leli mengatakan, dengan jumlah penduduk yang kini telah mencapai 2,8 juta jiwa, kebutuhan akan keterlibatan aktif tenaga kesehatan yang siap berjuang bersama sangatlah tinggi.
Untuk itu, Leli mengingatkan para apoteker baru mengenai krusialnya peran yang akan mereka laksanakan di masyarakat.
“Peran apoteker sangat strategis. Di tangan mereka mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, para apoteker dapat meningkatkan kualitas pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan serta bersinergi dengan Dinkes dalam mengedukasi masyarakat.
Rektor Uniga, Irfan Nabhani mengapresiasi 41 lulusan Apoteker Angkatan XIII yang berhasil menyelesaikan studinya dengan capaian yang luar biasa.
“Presentase kelulusan angkatan ini mencapai 100 persen. Ini adalah bukti kekompakan dalam menjaga stamina dan semangat kebersamaan,” katanya.
BACA JUGA:
Cegah Wabah Penyakit, SPPG Mekarsari 4 Garut Gelar Sabtu Bersih
Dia menyebut, sumpah profesi apoteker memiliki esensi dan kekhususan yang menuntut integritas mendalam. Sehingga tahun ini tidak menyatukan momen ini ke dalam kebijakan wisuda umum.
“Hari ini bukan sekedar seremonial akademik. Namun tonggak perjalanan mereka memasuki profesi yang mulia,” imbuhnya.
“Apoteker adalah profesi yang menuntut ilmu, integritas, ketelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Saya berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, meningkatkan kompetensi dan menjaga nama baik almamater,” Irfan menambahkan.
Perwakilan apoteker, Sution mengucapkan terima kasih kepada jajaran dosen, pembimbing Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dan seluruh civitas akademika FMIPA Uniga atas bimbingan dan kesabarannya.
“Jas yang kami pakai bukan sekedar simbol keberhasilan. Tetapi bukti dedikasi dan kerja keras Bapak/Ibu yang sudah menuntun kami hingga sampai saat ini,” singkat Sution.
(Bambang Fouristian)


