spot_imgspot_img
Jumat 15 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dari Kaki Gunung Cakrabuana, Kopi Bunar Tasikmalaya Tembus Pasar Jepang

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Kabupaten Tasikmalaya kini melahirkan gebrakan baru melalui sektor pertanian. Sebuah kampung kecil di kaki Gunung Cakrabuana, tepatnya Kampung Bunihurip, Kecamatan Pageurageung, berhasil menciptakan produk kopi unggulan bernama Kopi Bunar yang kini resmi menembus pasar internasional di Jepang.

Keberhasilan ini memicu apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi. Ia menegaskan bahwa prestasi warga Bunihurip menjadi bukti nyata bahwa letak geografis yang terpencil bukan penghalang untuk bersaing di kancah global.

Baca Juga: Sempat Dilarikan ke RS Dini Hari, Plh Wali Kota Tasikmalaya Mulai Pulih

“Warga Bunar membuktikan bahwa sebuah kampung kecil bisa melahirkan sejarah besar bagi kopi Nusantara. Mereka menghapus batas wilayah untuk meraih prestasi hingga dunia mengenal produk kita,” ujar Asep dengan nada bangga, Jumat (15/5/2026).

Dedikasi “Pejuang Kopi” dari Hulu ke Hilir

Kesuksesan Kopi Bunar berakar dari kerja keras penduduk Kampung Bunihurip yang mendedikasikan diri sebagai “pejuang kopi”. Mereka mengelola perkebunan secara mandiri dan disiplin menjaga standar kualitas, mulai dari pemilihan benih, perawatan pohon, hingga proses pascaproduksi.

Konsistensi dalam menjaga aroma dan rasa khas inilah yang akhirnya memikat lidah para pencinta kopi di Negeri Sakura. Tak hanya mengimpor produk, para pelaku industri kopi asal Jepang kabarnya berencana mengunjungi langsung Tasikmalaya untuk mempelajari teknik budidaya unik warga Bunihurip.

Lompatan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani

Transformasi kualitas ini berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi petani lokal. Manajemen pemasaran yang rapi berhasil mengerek harga jual kopi secara fantastis:

  • Dulu: Tengkulak menghargai kopi mentah sangat rendah, bahkan di bawah Rp2.000 per kilogram.
  • Sekarang: Berkat standar kualitas ekspor, harga kopi melejit hingga di atas Rp10.000 per kilogram.

Saat ini, pengelola Kopi Bunar mulai menjajaki peluang pasar ke negara potensial lainnya guna memperluas jangkauan ekspor selain ke Jepang.

Dukungan Strategis Pemkab Tasikmalaya

Melihat potensi emas ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya langsung bergerak cepat menyiapkan tiga program strategis untuk menjamin keberlanjutan kejayaan Kopi Bunar:

  1. Sertifikasi Internasional: Pemerintah memperjuangkan legalitas produk agar posisi tawar Kopi Bunar semakin kuat di pasar dunia.
  2. Infrastruktur & Teknologi: Pemkab membangun Tembok Penahan Tanah (TPT), memperbaiki akses jalan perkebunan, serta menyalurkan bantuan alat pengolahan kopi modern.
  3. Pengembangan Agrowisata: Pemerintah merancang kawasan perkebunan menjadi destinasi wisata berbasis pertanian untuk menambah pendapatan warga.

Sinergi antara semangat juang petani dan dukungan penuh pemerintah kini membawa Kopi Bunar bersiap mengharumkan nama Indonesia di peta kopi dunia.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru