spot_imgspot_img
Jumat 8 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Garut Sosialisasi Operasi Pemeliharaan jaringan Irigasi Tersier

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin sosialisasi kegiatan Irigasi Perpompaan dan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2026 di Aula Dinas Pertanian setempat.

Menurut Syakur, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi mencapai 2,13 persen terhadap perekonomian Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Pusluhtan RI Perkuat Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut

Angka tersebut merupakan pencapaian signifikan. Mengingat mayoritas masyarakat Garut menggantungkan hidup pada sektor agraris.

“Artinya peranan kontribusi dalam sektor pertanian semakin penting dalam kehidupan masyarakat. Ini sejalan dengan arahan Pak Prabowo Subianto yang menginginkan negara kita memiliki ketahanan pangan nasional melalui swasembada pangan,” kata Bupati Garut.

Dia menyebut, sebagai langkah konkret Pemkab Garut memberikan dukungan penuh kepada petani. Di antaranya melalui kebijakan pupuk murah.

Hal itu untuk menekan ongkos produksi serta penyediaan asuransi bagi para petani.

Langkah tersebut di ambil untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat fenomena iklim El Nino yang menyebabkan keterbatasan sumber air.

“Kita harus senantiasa menyiapkan alat-alat untuk menjaga ketersediaan air. Saya ingin irigasi dan pompa air di manfaatkan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Bupati berpesan, kelompok tani agar menjaga bantuan yang di berikan oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Tolong jaga kepercayaan dan amanah yang di berikan oleh Kementerian Pertanian RI. Pompa air di jaga. Jangan sampai rusak apalagi hilang. Ini adalah komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk bisa menyejahterakan petani,” ungkap Bupati Garut.

BACA JUGA:

Pengelola SPPG Mekarsari 4 Garut Buka Suara Soal Dugaan Pelanggaran Limbah

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Ardhy Firdian mengatakan, bantuan yang di salurkan untuk mitigasi kondisi lapangan pada tahun 2026.

  1. Irigasi Perpompaan

Sebanyak 200 unit (Rp155,7 juta per unit) siap di berkaskan untuk 54 kelompok tani.

2. Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier

Target 212 unit (Rp100 juta per unit) untuk 10 kelompok tani (siap penandatangan kontrak).

3. Optimalisasi Lahan

Seluas 717 hektar di alokasikan Rp4,4 juta per hektar untuk pembangunan hubung dan dapan.

4. Cetak Sawah

Target cetak sawah seluas 100 hektar. 20 hektar di antaranya telah terverifikasi.

Untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran, Dinas Pertanian Garut menjalin kerja sama dengan unsur Forkopimda.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Buruh Pilar Penting dalam Struktur Ekonomi

Sejak tahun 2024, seluruh tahapan mulai dari perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan hingga evaluasi dan pemanfaatan bantuan mendapat pendampingan langsung dari Kejari, Polres dan Kodim 06/11 Garut.

“Tujuan pendampingan ini agar seluruh bantuan fisik maupun anggaran dapat di kelola secara akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru