PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinsos PMD, Kabupaten Pangandaran, Yuningsih mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Pangandaran berjalan optimal.
Saat ini, Yuningsih tengah mendorong BUMDes agar bisa berkolaborasi dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing.
Langkah ini supaya BUMDes di Pangandaran bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan bisa mensejahterakan masyarakat Desa. Selain itu, ia juga berharap, keberadaan BUMDes bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang relatif murah.
Baca Juga: Gempa 4,2 SR Guncang Pangandaran
”Saya mendorong unit usaha BUMDes ini bisa menyuplai sesuai kriteria ketika memasok ke program MBG (makan bergizi gratis),” kata Yuningsih kepada wartawan Selasa, (5/5/2026).
Yuningsih menyebut, dari 93 Desa di Kabupaten Pangandaran, sekitar 53 BUMDes masih berjalan hingga saat ini, 40 BUMDes dalam kondisi mati suri.
”Sisanya kita dorong supaya hidup kembali. Kalau mati suri kan bisa hidup kembali,” ujarnya.
Yuningsih menambahkan, penyebab mati suri BUMDes di Pangandaran akibat terbentur dengan Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing wilayah.
Sebab kata dia, konteks BUMDes sendiri merupakan katagori perusahaan. Di mana BUMDes harus di isi oleh orang-orang yang mumpuni di bidang tersebut. Salah satunya faham tentang akuntansi.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan di Sungai Green Canyon Pangandaran
”Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Pangandaran membentuk forum BUMDes dan berinisiatif melakukan pengerjaan tersebut menggunakan aplikasi ‘Pindes’,” kata Yuningsih.
Yuningsih menjelaskan, aplikasi Pindes tersebut bertujuan untuk mempermudah para pengurus BUMDes dalam mengoperasikan dan peng-administrasian laporan BUMDes itu sendiri.
”Yang tidak memiliki basic akuntansi dalam menyusun neraca atau laba rugi cukup dengan input bukti penerimaan atau bukti pengeluaran, itu sudah bisa tersusun neraca laba rugi di aplikasi Pindes,” pungkasnya.
(Sajidin)


