TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Saat warga Kampung Cimerak, Purbaratu, Kota Tasikmalaya masih terlelap, Karim (55) dan Edoh (51) sudah berjibaku dengan uap panas di dapur mereka. Selama belasan tahun, pasangan suami istri ini mengucurkan keringat bukan hanya untuk bertahan hidup, melainkan demi menunaikan janji suci menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekkah.
Kini, doa-doa yang mereka langitkan di sela-sela mengaduk adonan bubur membuahkan hasil nyata. Karim dan Edoh resmi terjadwal berangkat menunaikan ibadah haji pada 23 April 2026.
Disiplin Menabung Rp150 Ribu Setiap Hari
Karim dan Edoh menjadikan aktivitas menabung sebagai bentuk disiplin spiritual yang tak tergoyahkan. Dari setiap porsi bubur ayam yang terjual, mereka berkomitmen menyisihkan uang sebesar Rp150.000 secara rutin setiap harinya.
“Kami melakukannya terus-menerus tanpa putus. Baik saat dagangan ramai maupun sepi, kami tetap menyisihkan angka tersebut,” ungkap Karim dengan penuh haru.
Ketekunan selama 13 tahun tersebut akhirnya terkumpul menjadi “tiket” menuju Ka’bah. Bagi mereka, keberhasilan ini membuktikan bahwa niat yang kuat sanggup mengalahkan segala keterbatasan finansial.
Teguh Menghadapi Himpitan Ekonomi
Perjalanan panjang menuju keberangkatan haji ini tentu menemui banyak tantangan. Di tengah tingginya biaya kebutuhan pokok dan pendidikan anak, Karim dan Edoh tetap menjaga tabungan haji mereka sebagai “area terlarang” yang tidak boleh terusik untuk keperluan lain.
Guna menambah pundi-pundi tabungan, Karim juga rutin berjualan di kawasan Jalan Lingkar Utara setiap akhir pekan. Strategi jemput bola ini ia lakukan agar impian berangkat ke baitullah segera terwujud.
Menginspirasi Lewat Usaha Kecil
Kisah inspiratif pasangan penjual bubur ini menyentuh hati para pelanggan setianya. Banyak warga kini menjadikan warung bubur Karim sebagai tempat mencari inspirasi tentang arti sebuah ketekunan dan keyakinan.
Tergabung dalam Kloter 04 KJT, Karim dan Edoh membuktikan bahwa ibadah haji merupakan milik siapa saja yang terpanggil dan mau berjuang dengan sungguh-sungguh. Kemandirian ekonomi melalui usaha mikro (UMKM) terbukti mampu membawa berkah luar biasa jika dikelola dengan amanah dan penuh keyakinan.
Kini, gerobak bubur mereka akan beristirahat sejenak sementara pemiliknya berangkat memenuhi panggilan Allah SWT. Ketekunan pasangan asal Purbaratu ini menjadi pengingat nyata bahwa keyakinan merupakan modal utama dalam meraih rukun Islam kelima.
(Abdul Latif)



