TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya mencatat sebanyak 33.387 wisatawan memadati berbagai objek wisata milik pemerintah daerah selama masa libur Lebaran 2026. Angka kunjungan yang signifikan ini terhitung selama delapan hari operasional, sejak 18 hingga 25 April 2026.
Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, Taupik, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dari berbagai daerah tetap tinggi untuk menikmati destinasi lokal.
Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Sidak Hari Pertama WFH di Balekota
“Alhamdulillah, catatan kami menunjukkan lebih dari 33 ribu pengunjung masuk ke destinasi kelolaan Pemda sepanjang libur Idulfitri kemarin,” ujar Taupik, Jumat (10/4/2026).
Lonjakan kunjungan paling tajam terjadi pada H+1 hingga H+4 Lebaran. Destinasi wisata alam dan pemandian air panas masih mendominasi pilihan keluarga karena harga tiket yang terjangkau serta akses lokasi yang strategis dari jalur mudik selatan Jawa Barat.
Destinasi Favorit dan Catatan Evaluasi
Pantai Sindangkerta di Kecamatan Cipatujah dan Gunung Galunggung di Kecamatan Sukaratu menempati urutan teratas sebagai objek wisata dengan kunjungan tertinggi. Keduanya menawarkan kombinasi wisata bahari dan panorama alam terbuka yang sangat diminati oleh pelancong keluarga maupun rekan kerja.
Meski meraih angka kunjungan yang memuaskan, Taupik mengakui perlunya pembenahan serius pada aspek infrastruktur. Ia menunjuk Pantai Sindangkerta dan Cipanas Cipacing sebagai dua lokasi prioritas yang membutuhkan peningkatan fasilitas agar mampu memperlama durasi tinggal wisatawan.
“Kami perlu menata ulang dan meningkatkan fasilitas seperti toilet, gazebo, akses jalan, hingga area parkir. Jika infrastruktur ini lebih nyaman dan indah, pengunjung pasti akan kembali lagi,” tambahnya.
Pengamanan dan Strategi Masa Depan
Selama periode liburan tersebut, Pemkab Tasikmalaya menyiagakan petugas tambahan guna menjaga kebersihan dan keamanan lokasi. Polres Tasikmalaya juga mendirikan pos pengamanan terpadu di titik-titik yang rawan kemacetan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas.
Selain aset pemerintah, berbagai objek wisata yang desa dan pihak swasta kelola seperti curug (air terjun) dan agrowisata juga terpantau ramai. Namun, data kunjungan dari lokasi-lokasi tersebut tidak masuk dalam catatan resmi karena perbedaan otoritas pengelolaan.
Ke depan, Pihaknya berkomitmen untuk tidak sekadar mengejar kuantitas pengunjung. Fokus utama pemerintah akan beralih pada perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, pelatihan bagi SDM pengelola, serta penguatan promosi digital. Melalui langkah ini, harapannya sektor pariwisata dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar secara lebih berkelanjutan.
(Seda)



