spot_imgspot_img
Jumat 10 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jembatan Perintis Garuda, Nafas Baru Ekonomi dan Konektivitas Tasikmalaya-Ciamis

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebuah babak baru bagi mobilitas warga di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis resmi di mulai. 

Pada Jumat (10/04/2026), denting suara peletakan batu pertama menandai Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Ciseel, Desa Karangjaya.

​Bukan sekadar tumpukan semen dan baja, jembatan ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat akan akses transportasi yang layak dan cepat menghubungkan dua wilayah.

Penghubung Dua Wilayah, Mempererat Silaturahmi

​Selama ini, keterbatasan akses seringkali menjadi penghambat laju ekonomi di wilayah selatan. Namun, Jembatan Perintis Garuda di proyeksikan menjadi “urat nadi” baru yang menghubungkan Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya dengan Desa Cidolog Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Puluhan Pelajar SMAN 1 Cisayong Tasikmalaya Diduga Keracunan MBG

​Camat Karangjaya, Atang Sumardi, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur desa. Karena impian masyarakat bisa terwujud.

​”Ini adalah mimpi yang jadi nyata. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat. Jembatan ini bukan hanya soal fisik, tapi soal bagaimana ekonomi warga kami bisa melompat lebih tinggi ke depannya,” ungkapnya penuh optimisme.

Target Kilat, Selesai dalam Satu Bulan

​Salah satu hal yang menarik dari proyek ini adalah efisiensi waktunya. Di mulai sejak 6 April 2026, jembatan strategis ini di targetkan rampung pada awal Mei 2026.

​Pembangunan kilat ini merupakan bagian dari program strategis Presiden RI, H. Prabowo Subianto, yang fokus pada pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok desa guna memangkas waktu tempuh dan mempermudah distribusi logistik.

​Acara ground breaking yang berlangsung khidmat dari pukul 10.30 hingga 11.45 WIB ini di hadiri oleh Kasdim 0612/Tasikmalaya, Mayor Czi Wawan Nurodin, Danramil 1210/Cineam, Kapten Cke Agus Rahmat, Camat Karangjaya, Atang Sumardi, Kepala Desa Karangjaya, Soni Ruswandi, Unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan tim Denzibang.

Keamanan dan Kualitas, Prioritas Utama TNI

​Mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya, Kasdim Mayor Czi Wawan Nurodin menegaskan bahwa meski di bangun dengan tempo cepat, aspek keamanan tidak akan di kompromikan.

​”Faktor keamanan dan kualitas konstruksi adalah harga mati. Kita ingin jembatan ini kokoh untuk jangka panjang, sehingga manfaatnya benar-benar di rasakan oleh generasi mendatang sebagai sarana mobilitas yang aman dan nyaman,” tegas Mayor Wawan.

Baca Juga: Anak TK Kartika Jadi Tamu Kehormatan Dandim 0612/Tasikmalaya

​Hadirnya Jembatan Perintis Garuda di prediksi akan membawa efek domino positif bagi warga lokal. Di mana distribusi logistik lebih cepat: Petani dan pedagang kini tak perlu memutar jauh untuk memasarkan produknya.

​Akses pendidikan dan kesehatan jadi lebih mudah. Mobilitas pelajar dan akses ke fasilitas kesehatan antar kabupaten menjadi lebih singkat. Dan terbukanya akses wilayah memicu munculnya potensi usaha baru di sepanjang jalur perbatasan.

​Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama suksesnya pembangunan ini. Jembatan Perintis Garuda di Sungai Ciseel bukan hanya simbol kemajuan fisik, melainkan simbol harapan baru bagi kesejahteraan rakyat di pelosok Tasikmalaya dan Ciamis.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru