TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda wilayah Indonesia dalam waktu dekat. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalisir dampak bencana tersebut, Selasa (7/4/2026).
Viman menekankan pentingnya kewaspadaan dan kecepatan tanggap bencana dari semua pihak dalam beberapa pekan ke depan. Sebagai langkah konkret, ia telah menerbitkan surat instruksi resmi pada awal April 2026 yang mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) serta infrastruktur pendukung.
Baca Juga: Sinergi Ulama dan Umaro, Muscab PKB Kabupaten Tasikmalaya 2026 Perkuat Barisan Menuju Kejayaan
“Instruksi ini bertujuan agar seluruh OPD, terutama BPBD, PUTR, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan, segera menyusun rencana penanganan kekeringan. Mereka harus memastikan personel tetap siaga serta mengecek kesiapan logistik dan peralatan evakuasi,” tegas Viman.
Pemetaan Wilayah Rawan dan Sarana Air Bersih
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Tasikmalaya menetapkan sejumlah wilayah sebagai fokus prioritas penanganan. Kecamatan Kawalu, Tamansari, Cipedes, dan Mangkubumi menjadi titik perhatian utama karena memiliki kerawanan tinggi terhadap kekeringan saat kemarau panjang.
Viman meminta BPBD segera menginventarisasi kebutuhan mendesak, mulai dari pendataan titik rawan, penyiapan armada tangki air, hingga penyediaan pompa air yang memadai. Selain itu, ia memerintahkan jajarannya memastikan seluruh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berfungsi secara optimal.
“Jangan sampai aset SPAM ada tetapi tidak bisa warga gunakan. Pastikan mesin, jaringan pipa, dan kualitas airnya layak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat saat sumur mulai mengering,” ujar Viman.
Edukasi Mitigasi dan Koordinasi Lintas Sektoral
Selain menyiapkan infrastruktur fisik, Wali Kota juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Ia meminta dinas terkait gencar mensosialisasikan langkah mitigasi, seperti tips menghemat penggunaan air dan cara menghadapi situasi darurat kekeringan.
Viman berharap masyarakat mengenali jalur evakuasi, menyimpan nomor darurat, dan tetap tenang namun waspada. Koordinasi lintas sektoral antara kecamatan, kelurahan, TNI, Polri, hingga komunitas relawan juga menjadi kunci penting untuk memudahkan penanganan di lapangan.
“Prinsipnya, kami memilih bersiap lebih awal daripada bergerak spontan saat bencana sudah terjadi. Semua OPD harus berada dalam posisi siaga, satu komando, dan bergerak cepat dengan mengutamakan keselamatan serta kebutuhan warga,” pungkasnya.
(Seda)



