BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana selama arus mudik Idulfitri 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) menyiapkan puluhan posko siaga di berbagai wilayah.
Posko tersebut akan di tempatkan di sejumlah titik strategis untuk mendukung keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
BACA JUGA:
483 Kusir Delman dan Abang Becak di Garut Terima Kompensasi Gubernur Jabar
Langkah ini di lakukan BPBD Jabar bersama BPBD kabupaten/kota. Kehadiran posko di harapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi bencana atau kondisi darurat selama periode mudik Lebaran.
Selain sebagai pusat koordinasi penanganan bencana, posko juga akan di fungsikan sebagai tempat singgah bagi pemudik.
Dengan demikian, masyarakat dapat beristirahat sejenak sekaligus memperoleh informasi terkait kondisi cuaca maupun potensi bencana di jalur perjalanan.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali menyampaikan, secara keseluruhan akan ada 82 titik Posko Mudik Idulfitri yang tersebar di berbagai daerah.
Posko tersebut terdiri dari posko utama dan posko pendukung yang memiliki fungsi berbeda.
Posko utama di tempatkan di kantor BPBD kabupaten dan kota. Sementara itu, posko pendukung akan di bangun di sejumlah lokasi yang memiliki potensi bencana. Seperti jalur rawan longsor, kawasan yang sering terdampak banjir serta destinasi wisata alam yang berisiko.
BACA JUGA:
Jelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Angkot hingga Andong di Jabar Terima Kompensasi
Jumlah posko pendukung di tiap daerah tidak sama karena di sesuaikan dengan tingkat kerawanan bencana di wilayah masing-masing.
Beberapa daerah bahkan menyiapkan lebih banyak posko sebagai langkah antisipasi.
Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran menjadi wilayah dengan jumlah posko pendukung terbanyak (lima titik). Sementara daerah lainnya menyiapkan antara satu-empat posko pendukung.
Menurut Teten, setiap posko akan di lengkapi dengan personel serta peralatan penanggulangan bencana.
Petugas BPBD juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
“Selain memberikan layanan penanganan bencana, BPBD juga menyediakan tempat istirahat di Posko Mudik Idulfitri,” ucap Teten.
Posko Mudik Idulfitri di jadwalkan mulai beroperasi pada 14-28 Maret 2026. Selama periode tersebut, petugas akan siaga untuk memantau kondisi wilayah sekaligus memberikan bantuan apabila terjadi situasi darurat.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca saat Idulfitri 2026 di dominasi awan tebal dan potensi hujan lebat.
Jawa Barat bahkan di perkirakan mengalami curah hujan yang cukup tinggi selama periode tersebut.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca selama perjalanan mudik melalui berbagai layanan informasi resmi.
Seperti System of Interactive Aviation Meteorology (INASIAM) untuk penerbangan, Indonesia Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk pelayaran, serta Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat.
(Jingga Sonjaya)


