spot_imgspot_img
Rabu 25 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Apakah Masih Boleh Minum Setelah Imsak? Ini Hukum Makan dan Minum Setelah Imsak Menurut Fiqih

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Setiap Ramadan, jadwal imsak selalu menjadi perhatian umat Muslim. Angka waktu yang tertera beberapa menit sebelum Subuh kerap di anggap sebagai tanda mutlak berhenti makan dan minum.

Tak jarang, sebagian orang memilih langsung menghentikan sahur begitu memasuki waktu imsak. Padahal, masih ada kebingungan mengenai apakah imsak benar-benar menjadi awal di mulainya puasa.

BACA JUGA:

Apakah Gosok Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Secara etimologis, imsak berarti menahan diri. Dalam praktik yang berkembang di Indonesia, istilah ini di gunakan sebagai pengingat agar umat Islam segera bersiap mengakhiri sahur sebelum Subuh tiba.

Dalam ketentuan fiqih, puasa di mulai ketika fajar terbit atau masuknya waktu Subuh. Batas ini menjadi patokan resmi secara syariat, bukan waktu imsak yang tercantum di jadwal harian Ramadan.

Karena itu, secara hukum, makan dan minum masih di perbolehkan setelah imsak selama belum memasuki waktu Subuh. Puasa baru sah di mulai saat fajar benar-benar muncul.

Penetapan imsak umumnya di buat sekitar 5 hingga 15 menit sebelum Subuh. Rentang tersebut berfungsi sebagai langkah antisipasi agar seseorang tidak terlambat menghentikan sahur.

Sebagian ulama menganjurkan berhenti makan saat imsak sebagai bentuk kehati-hatian. Namun anjuran ini tidak bersifat wajib dan tidak menentukan sah atau tidaknya puasa.

Memahami perbedaan antara imsak dan Subuh menjadi hal penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Imsak lebih bersifat administratif dan preventif. Sedangkan Subuh adalah batas syar’i yang menentukan awal ibadah puasa.

Dengan pemahaman ini, umat Islam tidak perlu merasa cemas jika masih sempat minum setelah imsak, selama azan Subuh belum berkumandang. Ketentuan syariat tetap merujuk pada waktu fajar.

Kesadaran akan perbedaan tersebut membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih mantap dan tanpa keraguan. Informasi yang tepat juga mencegah anggapan keliru bahwa imsak otomatis membatalkan kesempatan sahur.

BACA JUGA:

Yuk Kenali Perilaku yang Menghapus Pahala Puasa

Pada akhirnya, imsak berfungsi sebagai pengingat untuk bersiap, bukan sebagai penentu dimulainya puasa. Batas resmi tetap berada pada waktu Subuh sebagaimana ditetapkan dalam ajaran Islam.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru