spot_imgspot_img
Selasa 24 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pelantikan 42 PNS Garut Dorong Reformasi Birokrasi Daerah

GARUT, FOKUSJabar.id: Pelantikan 42 pejabat struktural menjadi momentum penting dalam penguatan kualitas birokrasi di Pemerintah Kabupaten Garut.

Pemerintah daerah berharap proses regenerasi jabatan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

Langkah ini mencerminkan komitmen daerah dalam membangun aparatur sipil negara yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Bupati Garut Evaluasi Pengelolaan Wisata Pantai Santolo

Acara pelantikan berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, menandai kepercayaan baru yang di berikan kepada para aparatur negara.

Pergeseran jabatan tidak hanya di maknai sebagai rotasi tugas, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan karier ASN yang lebih terencana dan berbasis kompetensi.

Kebijakan ini di harapkan mampu menciptakan lingkungan kerja pemerintahan yang lebih dinamis dan inovatif.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari proses manajemen aparatur yang telah di rancang sejak lama.

“Jadi mohon di pahami bahwa proses ini sudah lama berjalan. Saya selalu menitipkan pesan bahwa apa yang di lakukan senantiasa mengikuti peraturan yang berlaku melalui pendekatan talent management system (sistem manajemen talenta),” ungkapnya.

Sebanyak 42 pejabat yang di lantik di harapkan mampu membawa semangat baru dalam pelayanan masyarakat. Pemerintah daerah menilai bahwa kualitas kepemimpinan di tingkat struktural sangat berpengaruh terhadap efektivitas program pembangunan daerah.

Oleh karena itu, pengisian jabatan di lakukan melalui sistem yang lebih transparan dan terukur.

Pendekatan talent management menjadi dasar utama dalam pengembangan karier ASN di Kabupaten Garut. Sistem ini memberi ruang yang lebih luas bagi aparatur untuk berkembang sesuai dengan kapasitas dan kompetensi masing-masing.

Pertimbangan Kinerja

Dengan demikian, proses promosi jabatan tidak hanya mengandalkan senioritas, tetapi juga mempertimbangkan kinerja dan potensi individu.

Lebih jauh, pemerintah berharap pejabat baru dapat meningkatkan sensitivitas terhadap dinamika sosial masyarakat. Respons cepat terhadap berbagai persoalan publik menjadi tuntutan utama dalam era pelayanan modern yang semakin kompleks.

Para pejabat yang baru di lantik di harapkan mampu menjadi teladan dalam kedisiplinan dan integritas kerja. Nilai profesionalisme di lingkungan birokrasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan pelayanan yang lebih berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat.

Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan bentuk kepercayaan yang harus di jalankan dengan tanggung jawab penuh. Pengabdian kepada masyarakat menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Baca Juga: Bupati Garut Bakal Bangun Pabrik Pakan di Lokasi Lahan Pertanian

Tantangan birokrasi ke depan di perkirakan akan semakin kompleks, sehingga di perlukan aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi.

Mengakhiri arahannya, bupati kembali menegaskan makna pengabdian dalam jabatan publik. Ia menyampaikan pesan, “Tidak semua orang mendapatkan kesempatan sebaik Anda untuk bisa mengabdikan diri pada bangsa dan negara,”.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap amanah harus di jalankan dengan dedikasi penuh terhadap kepentingan masyarakat luas.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru