spot_imgspot_img
Sabtu 21 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ngabuburit Bernuansa Sejarah di Jembatan Cirahong Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pesona Jembatan Cirahong terus memikat perhatian warga lintas generasi. Jembatan bersejarah yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya ini tetap ramai dikunjungi, terutama saat bulan suci Ramadan.

Sejak dibangun ratusan tahun lalu, Jembatan Cirahong telah menjadi magnet wisata sejarah. Keberadaannya memancing rasa penasaran masyarakat yang ingin melihat langsung peninggalan masa kolonial tersebut dari dekat.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Raksabaya Ciamis, Akses Cimaragas–Cidolog Lumpuh

Tak hanya menawarkan nilai historis, kawasan sekitar jembatan juga menyuguhkan panorama alam yang menawan. Hamparan hutan hijau membentang di sisi kiri dan kanan, sementara di bagian bawah tampak aliran Sungai Citanduy yang berkelok tajam menyerupai naga perkasa. Lanskap alam tersebut kerap membuat pengunjung terpukau.

Memasuki sore hari menjelang waktu magrib, suasana di sekitar jembatan semakin hidup. Ratusan warga dari berbagai pelosok Ciamis, Tasikmalaya, dan daerah sekitarnya berdatangan untuk ngabuburit sambil menanti waktu berbuka puasa.

Mereka menghabiskan waktu dengan menikmati keindahan alam sekaligus merenungi jejak sejarah pembangunan jembatan yang menjadi saksi perjalanan wilayah Priangan Timur.

Salah seorang pengunjung, Cucun Cunawati (50), warga Desa Pawindan, mengaku telah menjadikan Jembatan Cirahong sebagai destinasi rutin ngabuburit sejak masa kecilnya.

“Dari kecil sampai sekarang sudah punya dua cucu, kalau ngabuburit saya selalu menyempatkan datang ke sini,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Mengenal Sejarah Jembatan CIrahong Ciamis

Ia mengatakan, kali ini sengaja mengajak kedua cucunya agar mengenal sejarah Jembatan Cirahong secara langsung. Menurutnya, pengalaman melihat bangunan fisik dan lingkungan sekitar jauh lebih berkesan dari pada hanya mendengar cerita.

“Saya ingin cucu-cucu tahu bukan hanya keindahan alamnya, tapi juga sejarah jembatan ini,” tuturnya.

Cucun menjelaskan, berdasarkan cerita yang ia ketahui, pembangunan Jembatan Cirahong pada masa kolonial Belanda pada tahun 1893 atas usulan Bupati Galuh saat itu, Kanjeng Prabu RAA Koesoemadiningrat.

Awalnya, pemerintah Hindia Belanda tidak merencanakan jalur kereta api melewati wilayah Galuh. Namun, berkat lobi sang bupati, jalur tersebut akhirnya beralih lengkap dengan pembangunan Jembatan Cirahong untuk menghubungkan wilayah Tasikmalaya dan Ciamis.

Hingga kini, Jembatan Cirahong tidak hanya berdiri sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan, wisata sejarah, dan tempat favorit warga mengisi waktu menjelang berbuka puasa.


(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru