CIAMIS,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia diwarnai aksi nyata di Dusun Timbangwindu, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Persatuan Pesantren Ortodok (PPO) bersama Forum Mahasiswa Galuh Tabayun (Formagat) menggerakkan warga dan pemuda membersihkan irigasi Dawuan Ciancang.
Ketua Formagat, Injalul Khoir yang akrab dengan sapaan Joy, menegaskan bahwa gerakan tersebut melampaui kegiatan bersih-bersih biasa. Ia menilai aksi itu memperkuat kesadaran ekologis sekaligus merawat budaya gotong royong yang mengakar di masyarakat desa.
Baca Juga: Lapas Ciamis Turun Langsung Bantu Korban Banjir Pamarican, Libatkan 11 Warga Binaan
“Kami ingin memperluas kesadaran lingkungan berbasis budaya kolektif. Desa memiliki kekuatan sosial yang luar biasa jika gotong royong terus kita rawat,” ujar Joy.
Menurutnya, ekologi dan budaya harus berjalan beriringan sebagai fondasi peradaban yang sehat dan berkelanjutan. Ia menyebut kegiatan lapangan seperti ini menjadi ruang belajar terbuka bagi generasi muda tentang pentingnya sungai, mata air, serta vegetasi bagi kehidupan masyarakat.
Joy juga mengapresiasi inisiatif PPO yang konsisten mengangkat isu lingkungan berbasis akar rumput. Ia memastikan Formagat siap mendampingi berbagai gerakan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Peradaban tidak akan tumbuh besar jika melupakan grass root. Kami ingin hadir dan bergerak bersama masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ekolog PPO, Andi Ali Fikri, memanfaatkan momentum gotong royong sebagai sarana edukasi. Ia menjelaskan bahwa kawasan Ciancang memiliki tujuh mata air aktif yang menopang kebutuhan pertanian, rumah tangga, hingga keseimbangan ekosistem desa.
“Tujuh mata air ini menjadi sumber kehidupan warga. Jika sungai rusak dan daya resap tanah menurun, debit mata air akan melemah,” ungkap Andi.
Melalui aksi tersebut, PPO dan Formagat tidak hanya membersihkan saluran irigasi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga air berarti menjaga masa depan desa. Kolaborasi pesantren dan mahasiswa ini harapannya terus berlanjut sebagai gerakan berkelanjutan dalam merawat ekologi Ciamis.
(Husen Maharja)



