BANDUNG,FOKUSJabar.id: Curah hujan tinggi yang melanda sejumlah daerah di Indonesia ikut meningkatkan risiko sambaran petir. Kondisi ini mendorong pemilik gedung, pelaku usaha, hingga penghuni rumah tinggal untuk memperkuat sistem proteksi petir sebagai langkah antisipasi.
Kesadaran masyarakat terhadap perlindungan aset dan keselamatan jiwa terus tumbuh. Namun, tingginya kebutuhan tersebut memunculkan banyak penyedia jasa instalasi dengan penawaran harga sangat rendah tanpa dukungan standar teknis yang jelas. Situasi ini menuntut konsumen agar lebih selektif sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga: Tendostars Lanjutkan Gagasan Melalui “Ahlan Wa Sahlan Ramadhan”
Proteksi petir bukan sekadar pemasangan perangkat di atas atap. Sistem ini berkaitan langsung dengan keselamatan manusia dan keamanan bangunan. Kesalahan instalasi justru dapat memicu lonjakan induksi listrik yang membahayakan perangkat elektronik bahkan struktur bangunan.
Agar tidak salah langkah, berikut sejumlah aspek penting yang perlu Anda cermati sebelum memilih vendor penangkal petir.
1. Pastikan Spesifikasi Material Jelas dan Teruji
Material konduktor memegang peran krusial dalam sistem proteksi petir. Arus listrik berkekuatan mega-volt membutuhkan penghantar dengan kualitas tinggi. Vendor profesional selalu menggunakan kabel berinti tembaga murni yang memiliki daya hantar optimal dan tahan terhadap panas ekstrem.
Sebaliknya, penggunaan campuran aluminium atau tembaga tipis berisiko menurunkan performa sistem dan mempercepat kerusakan. Konsumen berhak meminta rincian spesifikasi material sebelum proses instalasi dimulai. Anda bisa mempelajari standar material yang digunakan oleh vendor terpercaya di laman resmi https://ahlipetir.com/
2. Lakukan Survei dan Hitung Radius Proteksi
Setiap bangunan memiliki karakter berbeda. Tinggi bangunan, luas area, hingga keberadaan pohon atau struktur lain di sekitarnya memengaruhi titik pemasangan head terminal.
Vendor berpengalaman selalu melakukan survei lokasi dan menghitung radius proteksi secara presisi. Langkah ini memastikan seluruh area bangunan terlindungi secara merata tanpa menyisakan titik rawan.
3. Perhatikan Nilai Grounding di Bawah 5 Ohm
Grounding menjadi kunci utama dalam sistem proteksi petir. Tanpa pembumian yang optimal, energi sambaran tidak mengalir sempurna ke tanah.
Standar keamanan elektrikal mensyaratkan nilai resistansi tanah di bawah 5 Ohm. Vendor profesional melakukan pengukuran menggunakan alat Earth Tester secara langsung dan menunjukkan hasilnya kepada pelanggan sebagai bentuk transparansi.
4. Tinjau Portofolio dan Jangkauan Layanan
Reputasi vendor terlihat dari proyek yang pernah mereka tangani. Penyedia jasa berpengalaman mampu mengerjakan instalasi untuk hunian pribadi, gedung perkantoran, hingga infrastruktur vital.
Permintaan proteksi petir tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga berkembang di kawasan wisata seperti Bali yang memiliki banyak villa dan hotel dengan kebutuhan keamanan tinggi. Sebagai contoh, kebutuhan akan layanan proteksi petir untuk bangunan kini tidak hanya berpusat di pulau Jawa,
5. Pilih Vendor dengan Layanan Purnajual
Sistem penangkal petir terus menghadapi paparan panas dan hujan sepanjang tahun. Kondisi tersebut meningkatkan risiko korosi pada konektor dan komponen lain.
Vendor profesional menyediakan garansi instalasi serta layanan perawatan berkala. Komitmen ini menjaga sistem tetap bekerja optimal dalam jangka panjang sekaligus memberi rasa aman bagi pemilik properti.
Investasi pada sistem proteksi petir berarti melindungi aset dan keselamatan dalam jangka panjang. Jangan tergiur harga murah tanpa kepastian kualitas. Pilih vendor yang transparan, memiliki kompetensi teknis, serta bertanggung jawab terhadap layanan setelah pemasangan.
(Yusuf Mugni)



