GARUT, FOKUSJabar.id: Libur panjang yang berdekatan dengan datangnya bulan Ramadan membuat mobilitas masyarakat meningkat di berbagai daerah. Kondisi tersebut turut berdampak pada arus lalu lintas di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang sejak akhir pekan mulai di padati kendaraan.
Garut menjadi salah satu wilayah yang sering di lalui pengendara dari berbagai arah. Baik menuju Bandung, Tasikmalaya maupun kawasan wisata di selatan Jawa Barat.
BACA JUGA:
Ketua DPAC Partai Demokrat Berkumpul, Kepala BPOKK DPC Garut Hadir, Ada Apa?
Lonjakan perjalanan ini membuat sejumlah ruas utama mengalami perlambatan.
Situasi kepadatan mulai terasa ketika warga memanfaatkan libur untuk bepergian bersama keluarga. Aparat kepolisian pun bersiaga karena Garut kerap menjadi titik temu arus kendaraan dari beberapa jalur sekaligus.
Di beberapa titik seperti Kadungora dan Limbangan, kendaraan terlihat bergerak lambat. Terutama pada sore hari.
Jalur tersebut merupakan akses penting dari arah Bandung menuju pusat kota Garut. Sehingga rawan padat saat volume meningkat.
Peningkatan arus kendaraan di dominasi oleh wisatawan yang hendak menuju destinasi populer. Termasuk kawasan pemandian air panas serta area pegunungan.
Selain itu, ada pula masyarakat yang mulai melakukan perjalanan lebih awal menjelang Ramadan.
Kasat Lantas Polres Garut, AKP Lucky Martono menyebut, lonjakan kendaraan mulai terasa sejak Sabtu (14/2/2026). Kendaraan pribadi mendominasi jalur masuk Garut dari arah Bandung.
Untuk mengantisipasi antrean panjang, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas. Yakni, sistem satu arah atau one way di sejumlah titik yang mengalami penumpukan.
BACA JUGA:
SPPG Sindanggalih 10 Karangpawitan Garut Beroperasi
Penerapan rekayasa di lakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi lapangan. Tujuannya, mempercepat laju kendaraan dan mencegah kemacetan meluas.
Meski demikian, kepadatan masih sulit di hindari karena tingginya volume kendaraan yang melintas dalam waktu bersamaan selama masa libur panjang.
Selain pengaturan arus, petugas juga di tempatkan di persimpangan dan titik rawan perlambatan guna menjaga kelancaran serta memastikan pengendara tetap tertib.
Polisi memperkirakan arus balik berpotensi terjadi pada hari berikutnya, ketika wisatawan dan masyarakat mulai kembali ke daerah asal setelah libur usai.
Masyarakat yang melintas jalur Garut di imbau merencanakan perjalanan dengan matang, memilih waktu keberangkatan yang lebih fleksibel serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar.
(Jingga Sonjaya)



