BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemprov Jabar kembali melakukan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadan.
Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan ibadah puasa dan kelancaran tugas pemerintahan.
BACA JUGA:
Gubernur Jawa Barat Tolak Pembangunan Rumah di Zona Rawan Bencana
Selama bulan suci, aktivitas perkantoran tetap berjalan seperti biasa. Namun dengan jadwal yang di sesuaikan agar pegawai dapat bekerja lebih efektif di pagi hari.
Pemerintah juga menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh mengalami penurunan.
Penyesuaian waktu kerja ini di terapkan untuk memastikan rutinitas kedinasan tetap terjaga. Sekaligus memberi ruang bagi ASN dalam menjalankan aktivitas keagamaan selama Ramadan.
Dalam aturan terbaru, ASN di lingkungan Pemprov Jabar di minta untuk memulai pekerjaan lebih awal di banding hari normal. Jam masuk kantor di tetapkan pada pukul 06.30 WIB.
Sementara itu, jam kerja berakhir lebih cepat. Yakni sekitar pukul 14.00 WIB.
Pengaturan ini berlaku sepanjang bulan Ramadan dan di terapkan di seluruh perangkat daerah Pemprov Jabar.
Ketentuan tersebut di tuangkan dalam Surat Edaran Nomor 23/OT.03/ORG yang mengatur penetapan jam kerja khusus Ramadan tahun 1446 Hijriah/2025 M.
Meskipun jam kerja terlihat lebih singkat, pemerintah memastikan total jam kerja efektif dalam satu minggu tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku bagi ASN.
Jadwal ini di berlakukan pada hari kerja Senin sampai Jumat. Termasuk pengaturan waktu istirahat yang di sesuaikan dengan suasana bulan puasa.
Pemprov Jabar berharap penyesuaian ini dapat membantu pegawai menjalankan puasa dengan lebih nyaman tanpa mengurangi produktivitas kerja.
BACA JUGA:
Ketua DPAC Partai Demokrat Berkumpul, Kepala BPOKK DPC Garut Hadir, Ada Apa?
Di sisi lain, instansi pemerintahan di minta tetap menjaga kualitas layanan publik. Terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah kantor pemerintahan pun mulai menyesuaikan ritme kerja, dengan aktivitas pegawai terlihat lebih pagi sejak awal Ramadan.
Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan. Baik dalam hal kehadiran tepat waktu maupun penyelesaian tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
Dengan kebijakan ini, Pemprov Jawa Barat menargetkan pelayanan masyarakat tetap optimal. Sekaligus mendukung ASN menjalani Ramadan dengan lebih tertib dan seimbang.
(Jingga Sonjaya)



