TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Di hadapan para masyaikh dan ribuan warga Nahdlatul Ulama, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin berbicara lugas. Ia menjelaskan mengapa dia lebih memilih membenahi jalan di banding program lain yang di anggap lebih populer secara politis.
“Kalau ongkos produksi mahal karena jalan rusak, rakyat yang menanggung. Maka jalannya harus kita perbaiki,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Dari Jalan Rusak ke Harga Pasar
Cecep memaparkan realita di lapangan. Petani dari wilayah selatan harus membayar ongkos angkut mahal karena jalan rusak dan waktu tempuh panjang. Akibatnya, harga jual di pasar ikut tinggi.
Baca Juga: Harlah ke-100, NU Kabupaten Tasikmalaya Tegaskan Arah Perjuangan Abad Kedua
Ia menyebut, dengan perbaikan 35 ruas jalan tahun ini, pemerintah ingin membangun ekosistem ekonomi yang sehat, dari desa hingga pasar.
Perbaikan jalan tersebut terang Cecep, di biayai dari pinjaman daerah untuk 32 ruas, bantuan Provinsi Jawa Barat dua ruas dan Inpres Jalan Daerah satu ruas.
Saat ini kata Cecep, dua proyek besar di jalur Salopa – Cikatomas telah berjalan dengan nilai Rp67,5 miliar.
“Kalau perjalanan cukup tiga jam, BBM lebih hemat, harga jual bisa di tekan. Daya beli naik, kemiskinan turun,” jelasnya.
Pendidikan dan Kesehatan
Meski fokus pada jalan, Cecep menegaskan ia tidak mengabaikan sektor lain. Data menunjukkan sekitar 3.000 ruang kelas SD di Tasikmalaya mengalami kerusakan.
“Saya ingin infrastruktur pendidikan juga di benahi,” katanya.
Di bidang kesehatan, dua rumah sakit baru di siapkan di Ciawi dan Cipatujah. RS di Cipatujah akan di bangun melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran.
Langkah ini untuk meningkatkan Usia Harapan Hidup yang masih rendah. Warga Taraju hingga Bojonggambir selama ini harus menempuh perjalanan panjang menuju RSUD KHZ Musthafa.
“Walaupun urusan nyawa di tangan Allah, tapi mendekatkan layanan adalah tugas bupati,” tuturnya.
Baca Juga: Mengenang Dr. Oni Syahroni, Sang Pejuang Pendidikan dari Tasikmalaya
Relokasi Anggaran Demi Jalan
Dalam kesempatan itu, Cecep juga mengungkap sejumlah anggaran hibah dan belanja yang di alihkan ke pembangunan jalan.
Termasuk pengadaan kendaraan dinas Rp2 miliar, hotmix depan pendopo lama dan sejumlah kegiatan hibah yang tidak berdampak langsung. Hasilnya, 22 titik jalan kini telah di perbaiki, temasuk ruas Jalan KH. Moh Syabandi Kecamatan Leuwisari, Sariwangi.
“Kami hadir bukan untuk kepentingan dunia, tapi untuk manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tandasnya.
(Farhan Kamil)



