JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali keseriusan pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Program MBG di pandang sebagai salah satu strategi utama dalam membangun generasi yang sehat, produktif dan mampu bersaing di masa depan.
BACA JUGA:
Netty Prasetiyani Apresiasi Program MBG Presiden Prabowo
Komitmen tersebut di sampaikan Presiden dalam acara peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, sekaligus groundbreaking 107 SPPG Polri di Palmerah, Jakarta.
Presiden menekankan bahwa program MBG merupakan kebijakan yang lazim di terapkan di berbagai negara. Khususnya negara maju dan demokratis.
“Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali di laksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan. Dan negara-negara yang maju, negara-negara yang demokratis, pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya,” ujar Presiden.
Menurut Presiden, kebutuhan terhadap MBG mungkin tidak terlalu di rasakan oleh kelompok masyarakat yang hidup berkecukupan. Namun bagi rakyat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan, program ini menjadi sangat penting.
Presiden juga mengakui bahwa sejak awal kebijakan ini di luncurkan, MBG sempat menuai kritik dan penolakan dari sejumlah pihak.
Meski demikian, ia menegaskan keyakinannya bahwa program tersebut membawa tujuan yang baik.
“Tapi saya yakin, waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Karang Taruna Desa Sindawangi Pangandaran Sulap Sampah MBG Jadi Rupiah
Lebih jauh, Presiden menjelaskan bahwa salah satu alasan utama lahirnya MBG adalah persoalan stunting yang pernah menyentuh sekitar 25 persen anak Indonesia.
Ia menilai, persoalan tersebut tidak cukup di selesaikan hanya dengan wacana atau diskusi panjang. Melainkan membutuhkan tindakan konkret pemerintah secara langsung.
“Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain. Satu-satu jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah. Langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil dan orang tua yang tidak berdaya. Termasuk lansia,” ucapnya.
Dalam hal pendanaan, Presiden memastikan program MBG di jalankan melalui efisiensi anggaran, tanpa mengabaikan disiplin fiskal negara.
“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri, 3 persen dari PDB. Dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk kita kurangi dari situ,” kata Presiden.
Presiden mengungkapkan, hingga kini MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 22 ribu SPPG di seluruh Indonesia.
“Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari. Atau sama dengan 10 kali Singapura, tiap hari. Atau dua kali Malaysia, tiap hari,” pungkasnya.
Program MBG di harapkan menjadi fondasi penting dalam mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui generasi yang lebih sehat dan kuat.
(Jingga Sonjaya)



