spot_img
Sabtu 14 Februari 2026
spot_img

Mengenang Dr. Oni Syahroni, Sang Pejuang Pendidikan dari Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya di rundung duka mendalam. Sabtu, (14/2026) menjadi hari yang tidak terlupakan bagi keluarga besar Muhammadiyah. 

Dr. Oni Syahroni, sosok intelektual sekaligus Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, berpulang ke hadapan Sang Khalik tepat saat menjalankan tugas mulianya.

​Peristiwa ini meninggalkan kesan mendalam, bagaimana tidak, beliau menghembuskan napas terakhir setelah mendedikasikan kata-kata terakhirnya untuk generasi muda.

Baca Juga: 613 Atlet Ramaikan Tasik Series Beraksi Championship 2026 di GOR Mayasari

​Detik-Detik Mengharukan

​Suasana khidmat pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya di Grand Metro seketika berubah menjadi kepanikan yang menyayat hati. 

Dr. Oni, yang juga merupakan mantan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), baru saja menaiki podium untuk memberikan sambutan.

​Baru beberapa kalimat pembuka yang sarat semangat terlontar, suara beliau perlahan melemah. Tak berselang lama, tubuh sang tokoh pejuang pendidikan ini ambruk di atas podium. 

Para hadirin yang awalnya mengira beliau hanya jeda sejenak, langsung tersentak saat menyadari situasi darurat tersebut.

​Panitia dan tamu undangan bergerak cepat mengevakuasi Dr. Oni ke RS TMC Tasikmalaya. Meski tim medis telah berupaya maksimal memberikan pertolongan intensif, takdir berkata lain.

Dr. Oni Syahroni dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan warisan pengabdian yang tak ternilai harganya.

​Sosok Dr. Oni Syahroni bukan sekadar nama dalam struktur organisasi. Di mata kolega dan mahasiswanya, beliau adalah akademisi yang berintegritas.

​Perannya sebagai mantan Wakil Rektor UMTAS membuktikan dedikasinya yang tanpa batas bagi kemajuan pendidikan di wilayah Priangan Timur.

​Almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang berwibawa namun tetap rendah hati (humble). Beliau selalu menjadi rujukan bagi pemuda Muhammadiyah dalam merumuskan pemikiran dan strategi dakwah.

​”Beliau adalah teladan nyata tentang pengabdian. Meninggal dunia saat sedang memberikan pesan-pesan kebaikan adalah sebuah akhir yang dicita-citakan banyak pejuang dakwah.” kata warga Muhammadiyah yang hadir.

Warisan Nilai dan Doa bagi Almarhum

Baca Juga: KADIN Kota Tasikmalaya Dorong RDTR Jelas, TEF 2026 Bahas Arah Ekonomi dan Investasi

​Kepergian beliau menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa usia adalah rahasia Ilahi.

Dr. Oni Syahroni wafat saat sedang menanam benih semangat bagi para pemuda. Ucapan belasungkawa kini terus mengalir dari berbagai tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, hingga aktivis organisasi di Kota Tasikmalaya.

​Kita kehilangan seorang penggerak, namun nilai-nilai perjuangan yang beliau tanamkan akan tetap hidup di hati para kader dan setiap sudut kampus yang pernah beliau besarkan. Selamat jalan, Dr. Oni Syahroni. Dedikasimu abadi.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru