TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Mengusung visi kolaboratif sejak hari pertama menjabat, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menempatkan silaturahmi dengan ulama sebagai fondasi kepemimpinannya.
Visi tersebut di wujudkan dalam kegiatan Munggahan dan Silaturahmi Akbar di Markas Kodim 0612/Tasikmalaya, Jumat (13/02/2026).
BACA JUGA:
69 Lurah Kota Tasikmalaya Konsolidasi, Sinkronkan Program hingga PBB
Hadir dalam acara tersebut, alim ulama, tokoh agama, masyarakat Tasikmalaya Raya dan insan pers.
Tidak hanya mempererat silaturahmi, kegiatan di rangkaikan dengan aksi sosial Jumat Berkah. Bersama Gandara Grup, Kodim 0612/Tasikmalya menyalurkan santunan dan ratusan paket sembako bagi anak yatim serta penyandang disabilitas.
Terharu Bertugas di Kota Santri
Letkol Imvan mengungkapkan, penugasannya di Tasikmalaya merupakan doa yang terkabul.
“Saya pernah berdoa agar bisa memimpin di wilayah yang banyak ulamanya. Tasikmalaya di kenal sebagai Kota Santri dan gudangnya ulama. Ini amanah besar yang harus saya jaga,” tuturnya.
Menurutnya, kekuatan Tasikmalaya terletak pada nilai religius yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
Karena itu, ia ingin TNI hadir bukan hanya sebagai aparat pertahanan. Tetapi juga mitra strategis masyarakat.
Analogi Sederhana Penuh Makna
Dia menyampaikan analogi tentang pentingnya kebersamaan.
“Harus seperti dua tangan yang saling membantu. Kalau satu mengalami kesulitan, yang lain otomatis hadir membantu,” ujarnya.
Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menyambut baik pendekatan tersebut. Ia menyatakan kesiapan ulama untuk terus bersinergi menjaga stabilitas dan ketenteraman wilayah.
Dukungan serupa datang dari Presiden Gandara Grup, H. Cahya Gandara. Ia menilai langkah cepat Dandim merangkul ulama merupakan strategi tepat untuk menjaga harmoni sosial di Tasikmalaya.
BACA JUGA:
Jelang Imlek dan Ramadan, Polres Tasikmalaya Kota Perkuat Sinergi Lintas Elemen
Melalui kolaborasi umara, ulama, dan dunia usaha, suasana menjelang Ramadhan di Tasikmalaya diharapkan semakin teduh dan penuh keberkahan.
“Momentum munggahan ini menjadi simbol kuat bahwa kebersamaan adalah kunci membangun daerah,” ucap Gandara.
(Farhan)



