TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Forum Lurah Kota Tasikmalaya mengumpulkan 69 lurah dari seluruh wilayah kota dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan yang digelar di Aula Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kamis (12/2/2026).
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara hadir langsung bersama Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviany, Camat Bungursari Sodik Sunandi, serta Kabag Pemerintahan Setda Kota Tasikmalaya Nanang Iskandar Zulkarnaen.
Baca Juga: Jelang Imlek dan Ramadan, Polres Tasikmalaya Kota Perkuat Sinergi Lintas Elemen
Ia menilai rakor tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat soliditas dan komunikasi antarlevel pemerintahan, khususnya di tingkat kelurahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Tentunya agar program yang turun ke tingkat kelurahan tidak menimbulkan kebingungan maupun kekecewaan di tengah warga.
“Kita perlu membangun koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Dengan begitu, setiap kebijakan yang berjalan bisa berjalan efektif dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya
Menurutnya, lurah memegang peran strategis karena berinteraksi langsung dengan warga setiap hari. Berbagai persoalan sosial, administrasi, hingga pelayanan publik pertama kali muncul di tingkat kelurahan.
“Lurah berada di garis terdepan pelayanan. Mereka menghadapi langsung dinamika di lapangan, sehingga perlu dukungan dan penguatan agar mampu menjalankan tugas secara optimal,” katanya.
Ruang Diskusi Strategis
Senada dengan itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviany menyebut Forum Lurah bukan sekadar agenda rutin. Namun juga menjadi ruang diskusi strategis untuk mendorong kemajuan wilayah.
Ia menilai lurah berperan sebagai ujung tombak sekaligus representasi pemerintah kota di tengah masyarakat. Karena itu, ia mendorong para lurah untuk memberi teladan dan menggerakkan partisipasi warga dalam pembangunan.
“Kami berharap para lurah mampu menjadi contoh dalam menjalankan program pemerintah sekaligus mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pembangunan,” ujar Evi.
Ketua Forum Lurah Kota Tasikmalaya, Mulyono, menjelaskan bahwa rakor bulanan menjadi sarana silaturahmi sekaligus forum evaluasi program. Dalam pertemuan kali ini, para lurah membahas capaian dan strategi peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Serta pembenahan data bantuan sosial agar lebih akurat dan tepat sasaran.
Ia berharap forum tersebut mampu memperkuat kolaborasi antar-lurah melalui pertukaran pengalaman dan solusi atas persoalan di masing-masing wilayah.
“Melalui forum ini, kami saling berbagi pengalaman dan strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” kata Mulyono.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran unsur pimpinan daerah dan legislatif yang menurutnya menunjukkan komitmen sinergi antarlevel pemerintahan.
Forum Lurah, lanjutnya, akan terus berperan sebagai ruang koordinasi dan penguatan kapasitas demi menghadirkan pelayanan yang responsif. Serta menghadirkna program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
(Seda)



